Gedung kantor Dinas Koperasi dan UKM Lebak yang baru.

RANGKASBITUNG – Tahun ini 70 koperasi di Lebak bakal dibubarkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Lebak. Koperasi tersebut sudah tidak aktif sejak 2018 dan tidak bisa dibina lagi oleh pemerintah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Lebak Dede Jaelani mengatakan, koperasi yang akan dibekukan karena tidak melakukan aktivitas usaha dan menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Bahkan, 70 koperasi yang akan dibubarkan tersebut tidak memiliki pengurus dan kantor untuk kegiatan koperasi.

“Kita berharap pembinaan terhadap koperasi dan UKM di Lebak dapat terus ditingkatkan. Apalagi sekarang, Dinas Koperasi dan UKM menempati kantor baru yang kondisinya baik dan representatif,” kata Dede Jaelani usai menggelar syukuran kantor Dinas Koperasi dan UKM, Senin (7/1).

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak itu mengatakan, Pemkab Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya memiliki perhatian besar terhadap koperasi dan UKM. Maju mundurnya koperasi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Apalagi, koperasi dikenal sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak Babay Imroni menyatakan, 70 koperasi yang akan dibubarkan itu bagian dari 169 unit koperasi yang tidak aktif. Sementara itu, jumlah koperasi yang aktif sebanyak 670 unit yang tersebar di 28 kecamatan.
“Sebanyak 99 koperasi sisanya yang tidak aktif masih akan dilakukan pembinaan. Dengan harapan dapat aktif kembali,” ungkapnya. (Mastur)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.