Rano Karno

TANGERANG – Menjelang Pilgub 2017, PDI Perjuangan akan menyiapkan konferensi daerah khusus (konferdasus) untuk menjaring nama yang akan maju dalam perhelatan tersebut. Salah satu nama yang muncul adalah Rano Karno, yang saat ini menjadi Gubernur Banten.

Meski demikian, Rano masih menunggu restu Ketua PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menjadi kartu As-nya untuk melenggang ke Pilgub nanti. “Saya menunggu ketetapannya dalam konferdasus nanti. Mau siapa saja ya mangga silahkan, ini kan mekanisme partai. Ada orang yang harus kita mintai restu dan ini harus kita patuhi,” ujarnya di sela deklarasi pencanangan Kampung KB di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (3/2), seperti diberitakan koran Radar Banten hari ini.

Disinggung, sejumlah nama tokoh muda seperti Andika Hazrumy, Wawan Iriawan, dan nama lainnya yang mulai merapat menggandengnya, Rano terkesan irit bicara. Menurutnya, posisi mereka memiliki kans untuk bertarung menjadi gubernur. “Ya, ini kan kompetensi demokrasi, siapa saja boleh merapat atau melakukan pendekatan. Saya masih fokus menyelesaikan PR Banten dahulu, nanti saja kita ngobrol ke sana,” katanya.

Di Tangerang sendiri, gerak Rano untuk merengkuh suara akar rumput semakin terlihat. Dalam sebulan terakhir, sudah dua kali bintang film Si Doel Anak Sekolahan ini mengunjungi even besar, seperti Pesta Nelayan dan Panen Raya. “Ya, itu tugas kita, saya nggak mau ini dibilang pencitraan,” ujarnya.

Terpisah, Toddy Adietya, pengamat politik, menilai banyak warga Banten menginginkan pasangan kandidat berasal dari Banten Timur dan Banten Barat. Secara geopolitik, masyarakat Banten menilai pasangan dari Tangerang dan Banten Barat adalah pasangan yang strategis. “Dua kutub ini harus dipersatukan, jangan barat semua begitu pun timur. Jika sekatnya ini dibiarkan, ketimpangan pembangunan jelas akan terjadi,” terangnya.

Mengenai elektabilitas Rano, Toddy melihat ada kemungkinan Rano bakal menghadapi sejumlah kader PDI-P kawakan lainnya, salah satunya Mulyadi Jayabaya. Meski demikian, Rano juga harus merangkul sejumlah tokoh di Banten Selatan untuk menguatkan posisinya sebagai kandidat aklamasi. “Secara infrastruktur, Banten Selatan masih memerlukan sentuhan dari seseorang yang punya kapabilitas, lebih tepatnya yang masih menjabat. Di sana ada peluang Rano untuk mendapatkan suara,” pungkasnya. (RBG)