CILEGON – Sedikitnya 75 warga pendatang terjaring dalam operasi yustisi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Kota Cilegon di sejumlah rumah kontrakan dan kostan yang terdapat di Kelurahan Masigit dan Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang, serta Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Selasa (16/9/2014).

Dalam razia yang melibatkan Satpol PP, Polisi dan TNI itu petugas berhasil mengamankan puluhan KTP milik warga pendatang yang didominasi perempuan yang disinyalir bekerja di sejumlah tempat hiburan di Kota Cilegon. “Kita lakukan pemeriksaan terhadap dokumen kependudukan mereka, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dan menjaga kondusifitas lingkungan,” ujar Plt Kepala DKCS Cilegon Taufiqurrohman.

Asda I Pemkot Cilegon ini menegaskan, pada prinsipnya Pemkot Cilegon tidak melarang warga mendatangi Cilegon. “Dengan kepemilikan dokumen itu kan kita juga bisa melakukan pendataan dan sekaligus untuk memudahkan yang bersangkutan dalam mengurus kepentingannya di Kota Cilegon,” terangnya.

Dirinya juga menyayangkan tidak adanya keterangan dan laporan apapun dari Ketua RT setempat maupun pemilik kontrakan kepada pihak kelurahan maupun kecamatan. “Melalui Kecamatan kita juga akan imbau pemilik kontrakan untuk melakukan pendataan bagi pendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Cilegon ujang Sukirman menerangkan KTP yang berhasil diamankan akan diambil pemiliknya di Kantor Kecamatan masing-masing. “Kita hanya memberikan surat pengambilan KTP itu di Kecamatan,” jelasnya. (Devi Krisna)

Lihat Baraya TV : Puluhan Pendatang Baru Terjaring Operasi Yustisi