Suasana sebelum pejabat Pemkot Cilegon rapat tertutup di ruang Asda III Setda Kota Cilegon.

CILEGON – Pemkot Cilegon serius menikapi kasus ledakan di PT Dover Chemical, Gerem, Kecamatan Grogol, Kamis (18/2/2016) sore. Jumat (19/2/2016) siang, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menggelar rapat tertutup di ruang Asda III Setda Kota Cilegon.

Di ruang itu, terlihat pejabat dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kantor Damkar Cilegon.

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang ditemui di kantor Bappeda Kota Cilegon mengatakan, perlu langkah strategis untuk menanggulangi insiden di PT Dover Chemical. “Pemerintah daerah sudah melakukan langkah cepat. Yang pertama, korban itu akan mendapatkan santunan dari pemerintah daerah. Kedua, saya meminta area dan alat yang terkena ledakan tidak boleh difungsikan dulu,” ujarnya, Jumat (19/2/2016) sore.

Tak hanya persoalan ketenagakerjaan, lanjut Iman, ledakan yang bisa berdampak bagi kesehatan lingkungan juga perlu diperhatikan. “Kita sudah cek polusi udaranya. Itu tidak membahayakan masyarakat. Kalau ada dampak kesehetannya, seperti ada warga mual-mual dan muntah, kita minta Dinas Kesehatan untuk segera memeriksa,” katanya.

Secara teknis, kata dia, tim gabungan SKPD itu sudah efektif bekerja sejak kemarin malam, tak lama setelah kejadian. “Kerja tim responsif. Tapi kalau bicara persoalan dan pelanggaran, itu lebih kepada ranah kepolisian,” tandasnya. (Devi Krisna)