SERANG – Polda Banten masih mendalami kasus dugaan perampokan bersenjata laras panjang di PT Central Steel Indonesia (CSI), Jalan Lanud Gorda, Kecamatan Kibin, Serang. Sejumlah saksi dalam kasus ini sudah diperiksa,

“Masih diproses. Kita sudah lakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi. Masih kita dalami,” ujar Kasibdit 2 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten AKBP Agus Nugraha kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (22/2/2016).

Agus memastikan pihaknya masih melakukan peyidikan kasus ini. Namun demikian ia belum membeberkan adanya tersangka dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini.

Sebelumnya, PT Central Steel Indonesia (CSI) disatroni sekelompok orang bersenjata api laras panjang. Para pelaku yang diperkirakan berjumlah 9 orang ini hanya mengambil 1 unit CPU komputer dan lembaran dokumen impor bahan baku ke Bea Cukai serta dokumen perusahaan lainnya. Belakangan diketahui pelaku perampokan diduga diotaki RS alias WJP. Terlapor RS adalah suami dari Goeij Siauw Hung, direksi lama pemilik saham sebesar 25 persen di PT CSI.
Sedangkan pria bersenjata api laras panjang diduga merupakan oknum aparat yang diduga memang disewa RS.

Identitas terlapor ini disebut korban, Erika Widiyanti Liong, 63, selaku Direktur Utama PT CSI, dalam tanda bukti lapor nomor TBL/09/I/2016/Banten/SPKT I tertangkal 9 Januari 2016.

BACA : Orang Bersenjata Laras Panjang Masuk Pabrik di Kibin

Kuasa hukum Erika, Berman Sitompul menyoal karena polisi belum meningkatkan kasus curas ini kearah penyidikan dan berharap Polda Banten segera menindaklanjuti dengan penetapan tersangka. Menurut Berman, semestinya polisi mudah menangkap pelaku, apalagi identitas dari terlapor sudah disebutkan oleh korban pelapor. (Wahyudin)