8.317 Pengemudi Dapat Buku Tabungan BRI

SERANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten membagikan buku rekening tabungan Bank BRI kepada para penerima insentif Korps Lalulintas (Korlantas) Polri dalam Program Keselamatan 2020, di Aula Ditlantas Polda Banten Kamis (30/4). Program keselamatan ini kerjasama Korlantas Polri dengan Bank BRI untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat khususnya yang terdampak Covid-19.

Penerima bantuan dari Program Keselamatan 2020 yaitu pekerja informal mitra lalu lintas yang memiliki dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, seperti pengemudi bus, taksi, angkot, ojek konvensional, kusir delman/sado dan supir supir travel.

“Ratusan pengais becak hari ini telah mendapatkan bantuan sosial berupa uang sebesar Rp600 ribu/bulan melalui buku rekening tabungan. Bantuan ini akan diterima selama tiga bulan kedepan terhitung bulan April, Mei dan Juni,” ujar Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Banten Kombes Pol Wibowo kepada wartawan.

Wibowo mengatakan, sebelum mendapat bantuan sosial mereka terlebih dahulu mendapat materi tentang tata-tata cara pencegahan COVID-19. Kemudian tahap kedua akan mendapat materi tentang keselamatan berlalu lintas dan tahap ketiga mereka akan mendapat materi tentang etika berlalu lintas.

Pemberian materi setiap kegiatan, pihaknya akan tetap memperhatikan standar operasional yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan menjaga jarak. Materi akan disampaikan melalui tayangan video.

“Kegiatan pelatihan itu juga berlangsung selama 3 bulan dengan memberikan materi yang berbeda-beda. Kami berharap semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta bisa membantu meringankan beban masyarakat yang khususnya terdampak covid-19,” katanya.

Wibowo menambahkan sebanyak 8.317 orang di wilayah Polda Banten mengikuti Program Keselamatan 2020 ini. Mereka akan diberi bantuan sebesar Rp600 ribu per orang selama tiga bulan kedepan dalam bentuk tabungan bank BRI dengan difasilitasi kartu debit.

Disampaikan Wibowo, dalam masa pandemi ini, pekerja informal yang berkaitan dengan lalulintas seperti pengemudi bus, sopir angkot hingga kusir delman sangat terdampak. Pembatasan kegiatan diluar rumah membuat pengguna jasa transportasi berturun drastis.

“Dalam kondisi dimana dampak Covid-19 menyentuh seluruh lapisan masyarakat, kami tergerak untuk membantu para pekerja informal yang terdampak langsung, sehingga mereka dapat terus bekerja melayani masyarakat dengan profesi masing-masing. Tapi kegiatan ini belum mencakup semua (masyarakat) karena keterbatasan anggaran,” tuturnya. (Fahmi Sa’i)