8 Fakta Tentang Payung, Nomor 5 Pasti Kamu Nggak Tahu

Foto : Bestadvisor.com

Sedia payung sebelum hujan. Pepatah kuno yang mulai diabaikan. Tapi di musim hujan, membawa payung bisa sangat menguntungkan. Agar bisa mencapai tujuan tanpa harus baah kuyup. Tapi tahukan kalau ternyata payung sudah ada sejak zaman mesir kuno? Ini dia fakta-fakta tentang payung.

1. Payung Kulit di Tiongkok.

Pada abad ke 11 sebelum masehi, Tiongkok menciptakan payung dari bahan kulit. Namun hanya terbatas dipakai kalangan bangsawan karena harganya mahal.

2. Sejak Mesir Kuno

Payung muncul sejak 3.000 tahun lalu sejak masa Mesir Kuno. Berfungsi untuk melindungi para bangsawan dari sinar matahari agar kulit mereka tetap tampak cerah. Namun pada saat itu mereka belum membuat payung yang dapat melindungi dari hujan.

3. Payung ala Mesir

Mesir memasarkan payung ke Eropa. Awalnya berfungsi untuk perlindungan dari sinar matahari, ditawarkan kepada para pedagang Yunani dan Roma, penggunanya para wanita bangsawan.

4. Identik dengan Wanita

Secara kerap dipakai wanita, abad ke 18, pria berkebangsaan Inggris mencoba membawa payung dengan bentuk lebih maskulin di setiap kesempatan, guna menunjukkan payung tidak hanya untuk wanita. Tiga abad kemudian, bangsa Inggris mulai bisa menerima payung dapat digunakan pria dan wanita. Mereka tidak hanya menggunakan untuk melindungi diri dari panas dan hujan tetapi juga sebagai pelengkap gaya mereka saat harus melakukan perjalanan. Tren itulah yang akhirnya berkembang di seluruh wilayah Eropa sampai akhirnya para pengusaha berusaha mengembangkan berbagai desain payung termasuk yang sekarang digunakan.

5. Tidak Digunakan Selama 1.000 Tahun

Karena para laki-laki di Eropa berpikir payung adalah benda yang hanya digunakan wanita, akhirnya mereka memilih menggunakan jas dan topi untuk melindungi diri saat hujan maupun panas. Hingga suatu saat, ketika bangsa Romawi mengalami kehancuran dan kemiskinan, mereka tidak menggunakan payung lagi sekitar 1.000 tahun lamanya.

6. Gengsi Bangsawan

Pernah pada suatu masa, payung merupakan masalah gengsi, bukan fungsi. Keberadaan benda diketahui hingga 2.400 Sebelum Masehi, hanya boleh dipakai untuk melindungi kepala para bangsawan. Tujuannya, agar kaum darah biru itu tampil beda dengan hoi polloi atau rakyat kebanyakan. Menjaga kulit mereka tetap terang, sementara orang biasa berkulit legam terpanggang terik.

7. Hanya untuk Orang Penting

Penggunaan parasol, nama lain payung, kemudian digunakan pada abad pertengahan untuk menaungi sosok yang dianggap penting, seperti para Paus atau uskup, juga berfungsi semacam panji-panji atau pembeda derajat.
Saat pengaruh gereja berkurang, payung yang dikenal warga Italia dengan sebutan ombrello atau secara harfiah diartikan sebagai ‘bayangan kecil’, populer di kalangan para perempuan Italia. Dikutip dari situs Atlas Obscura, Rabu, 3 Mei 2017, bahasa Inggris payung, umbrella, berasal dari istilah Latin umbraculum yang berarti bayangan.

8. Diolok-Olok Saat Pakai Payung

Pada awal 1750-an, seorang pria Inggris bernama Jonas Hanway baru saja kembali dari perjalanan ke Prancis. Ia kemudian melakukan tindakan aneh yang tak lazim pada masanya. Ia membawa payung di jalanan London kala hujan. Orang-orang merasa terganggu dengan apa yang dilakukannya. Beberapa menunjukkan ekspresi tak suka dan mencemooh Hanway saat dia lewat. Lainnya merasa kaget. Mereka bertanya-tanya, “Siapa gerangan orang aneh ini yang sepertinya tidak sadar telah melakukan ‘dosa sosial’?”

Aneh tapi nyata, Hanway adalah orang pertama yang menggunakan payung tanpa malu-malu di Inggris pada Abad ke-18. Pada masanya, memakai payung merupakan hal tabu dan terlarang.

Begitulah tentang payung. Bagaimana? Wawasanmu semakin luas bukan? (Hilal Ahmad)