8 Rumah di Bantaran Sungai Ciujung Rusak Terkena Longsor

0
506 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya meninjau bantaran Sungai Ciujung yang longsor di Kampung Gagambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kamis (19/1/2017).

CIKULUR – Delapan rumah di sepanjang bantaran Sungai Ciujung, Kampung Gagambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kamis (19/1) dini hari, terkena longsor. Bagian rumah mereka rusak parah dan ada bagian dapur yang ikut hanyut terbawa arus Sungai Ciujung. Tidak ada korban jiwa akibat bencana itu. Akan tetapi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kamis (19/1) pagi, Bupati Iti Octavia Jayabaya didampingi Sekda Dede Jaelani dan sejumlah pejabat meninjau lokasi longsor. Camat Cikulur Habib Abdilah dan Kepala Desa (Kades) Muaradua Zakaria menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Lebak itu. Setiba di lokasi, Iti langsung meninjau bagian dapur rumah warga yang terdampak longsor. Kepada para pejabat yang hadir, ia meminta untuk segera melakukan kajian teknis agar efek bencana bisa segera tertangani.

Setelah meninjau bangunan rumah yang rusak, Iti juga menyempatkan diri berbincang dengan ibu-ibu Kampung Gagambiran. Setelah kunjungan itu selesai, Iti bersama rombongan pun melanjutkan kunjungan ke lokasi bencana tanah bergerak di Kampung Karang, Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari.

Kepada wartawan, Iti berjanji akan segera melakukan kajian terkait kondisi tanah di sepanjang bantaran Sungai Ciujung di Desa Muaradua. Kata dia, jika kawasan tersebut tidak layak dijadikan kawasan permukiman maka Pemkab bakal merekomendasikan relokasi. Masyarakat akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar mereka tidak lagi terkena bencana longsor. “Tapi, kita tunggu hasil kajian dari tim teknis Pemkab Lebak terlebih dahulu. Hasilnya akan jadi bahan rujukan saya untuk membuat keputusan,” katanya.

Kades Muaradua, Kecamatan Cikulur, Zakaria menerangkan, longsor di bantaran Sungai Ciujung terjadi sejak Minggu (15/1). Intensitas hujan yang tinggi membuat tebing tanah di bantaran Ciujung tak kuat menahan gerusan aliran sungai. Terparah, longsor terjadi pada Kamis (19/1) dini hari, yang menyebabkan delapan rumah warga hancur. “Ada delapan rumah yang rusak berat akibat longsor. Kini masyarakat takut tinggal di rumah, karena khawatir terjadi longsor susulan. Apalagi, hujan terus mengguyur di Cikulur,” kata Zakaria.

Ia menginformasikan, delapan rumah yang rusak diterjang longsor adalah milik Sahuri, Eki Ramin, Sukri, Ramli, Mukri, Sutowo, Anah, dan Jaenur. Sebagian dari korban, kini ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya, karena takut terjadi longsor susulan. “Warga yang terkena musibah longsor membutuhkan uluran tangan dari semua pihak. Enggak hanya pemerintah daerah,” jelasnya.

Camat Cikulur Habib Abdilah menyatakan, bencana longsor yang menimpa warga Gagambiran sudah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Bupati Lebak. Bahkan, Bupati Iti Octavia Jayabaya langsung turun ke Cikulur untuk meninjau lokasi longsor. Di sana, Bupati telah memberikan bantuan tanggap darurat kepada seluruh korban longsor. “Ngasih bantuan tanggap darurat dan meninjau lokasi longsor. Bupati meminta kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada, karena longsor bisa terjadi kapan pun,” katanya. (Mastur/Radar Banten)