8 Tuntutan Mahasiswa Saat Hadang Gubernur Banten

Gabungan mahasiswa PMII dan Ikatan Mahasiswa Cilangkahan saat bertemu Gubernur Banten
Gabungan mahasiswa PMII dan Ikatan Mahasiswa Cilangkahan saat bertemu Gubernur Banten

MALIMPING – Gubernur Banten Rano Karno dihadang oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Cilangkahan di Kampung Simpang, Desa Sukamanah, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak‎.

Ada delapan persoalan yang disampaikan mahasiswa kepada Rano Karno dalam aksi tersebut.

Pertama, penegakan Pergub Banten nomor 8 tahun 2015 tentang pembatasan angkutan barang. “Di ruas jalan Malimping-Saketi, kendaraan bermuatan tonase lebih masih sering melintas, selama satu tahun ini, implementasi Pergub tersebut nyaris tidak ada,” ujar Korlap, Hendar, Sabtu (12/3/2016).

Persoalan kedua yaitu terkait peningkatan pelayanan dan fasilitas Rumas Sakit Umum Daerah Malimping, karena sampai saat ini masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatab. Ketiga, terkait pendidikan. Menurut mahasiswa, kondisi pendidikan di Malimping masih memprihatinkan.

“Yang keempat kami menuntut agar pak gubernur menertibkan pertambangan ilegal, Kamipun meminta agar pak gubernur menerbitkan regulasi sektor wisata karena potensi wisata disini tidalk terawat,” ujar Hendra.

Selanjutnya, mahasiswa menuntut agar Rano segera ‎ tuntaskan Gardu Induk Listrik di Cilangkahan, sebab sampai saat ini gangguan Listrik diwilayah Cilangkahan sudah terlalu parah. “Ketujuh, harus ada kejelasan regulasi ketenagakerjaan, jangan ada diskriminasi. Terakhir, jangan politisasi pembentukan DOB Cilangkahan, DOB Cilangkahan harga mati,” ujarnya. (Bayu)