Komisioner KI Ade Jahran
Komisioner KI Ade Jahran

SERANG – 80 persen badan publik khususnya lembaga pemerintahan di Provinsi Banten masih sulit terbuka. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten Ade Jahran.

Ade menjelaskan, saat ini berdasarkan catatan KI Provinsi Banten kondisi tersebut terjadi tidak hanya di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten saja, namun juga pemerintah kabupaten kota yang ada di Banten.

“Padahal sosialisasi sudah kita lakukan,” kate Ade, Seni (12/3).

Upaya sosialisasi dengan serangkaian kegiatan dan bersurat secara langsung sudah di lakukan KI Provinsi Banten sejak tahun-tahun yang lalu. Bahkan sejumlah penindakan oleh KI pun dilakukan.

Namun, Ade tidak mengerti upaya-upaya itu masih membuat badan publik masih saja sulit untuk menjalankan amanah Undang-undang keterbukaan informasi tersebut.

“Sidang sengketa sering kita lakukan,” katanya.

Ade melanjutkan, mengacu pada undang-undang keterbukaan informasi, pihak yang tidak mengikuti ketentuan undang-undang itu bisa dipidanakan.

Hal tersebut sesuai yang tertera dalam Undang-undang keterbukaan informasi pasal 51 sampai pasal 55 dengan ancaman kurungan hingga dua tahun.

“Contoh yang sudah ada di camat Jawa Timur. Kalau tidak salah gara-gara informasi terkait tanah,” tutur Ade.

Dijelaskan Ade badan publik khususnya di lingkungan Pemprov Banten harus berperan aktif dalam mendukung jalannya keterbukaan informasi, hal tersebut seiring yang digaungkan oleh gubernur Banten Wahidin Halim yaitu terciptany pemerintahan yang bersih dan transparan.

KI sendiri menurut Ade terus berupaya mewujdukan keterbukaan informasi di Banten. Sayangnya tahun ini tidak bisa berbuat banyak karena ketiada adaan anggaran dari Pemprov Banten untuk KI.

“Kita hanya ada untuk pemeringkatan saja, sedangkan agenda (sosialisasi) banyak,” kata Ade.

Dinas Kominfo sebagai OPD yang bertugas menyiapkan anggaran berdalih minimnya anggaran pemerintah sehingga tidak bisa menyuntik anggaran lebih besar untuk KI. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)