80 Persen Pasokan Daging di Banten Impor

0
1429
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, tengah menunggu pembeli, Rabu (20/1). Para pedagang mengeluhkan kenaikan harga daging yang membuat para pembeli sepi.

SERANG – Sebanyak 80 persen pasokan daging sapi di Banten merupakan impor dari luar negeri. Hal itu dikarenakan pasokan daging lokal tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Banten.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso. “Kami lebih pada pasar tidak boleh kosong. Kalau sapi Banten kosong, dari luar pasti masuk. Itu perdagangan,” ujar Babar, kemarin.

Kata dia, sama halnya dengan produksi Banten yang tidak bisa hanya untuk Banten. Komoditas produksi Banten bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luar Banten misalnya Jakarta. Begitu pun dengan komoditi dari luar Banten, bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banten.

Babar menerangkan, harga tertinggi daging sapi lokal telah ditetapkan sebesar Rp130 ribu per kilogram untuk dijual kepada konsumen. Harga daging sapi lokal naik mengikuti harga dasar hewan hidup yang juga naik.

“Kenaikan harga daging dipicu naiknya harga impor anakan dari Australia. Biasanya, Rp42 ribu per kilogram menjadi Rp48 ribu per kilogram, makanya harga produksi naik,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama dua tahun belakangan ini, harga daging sapi stabil tidak pernah lebih dari Rp120 ribu per kilogram. Untuk itu, pemerintah mewacanakan melakukan impor sapi dari Meksiko, karena impor dari Australia mulai mahal. “Makanya pemerintah cari alternatif,” ujar Babar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, daging sapi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meskipun begitu, Pemprov Banten bisa saja menambah jumlah peternakan lokal di Banten untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

“Pemprov kan lagi fokus penguatan agro. Salah satu core bisnisnya adalah BUMD Agrobisnis,” ujarnya. Kata dia, Pemprov melalui BUMD nanti bisa melakukan perencanaan terkait peternakan yang ada di Banten.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan. Informasi yang diterimanya, harga sapi biasa yang masuk ke rumah potong hewan (RPH) Rp85 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp95 ribu per kilogram. “Sehingga kebingungan menentukan harga jual ke konsumen,” ujarnya. (nna/alt)