800 Warga Cilegon Alami Gangguan Jiwa

Lebih dari 50 Persen Tidak Bisa Memilih

Pasung
Ilustrasi/Inet

CILEGON – Seiring dengan keluarnya ketetapan masyarakat penyandang disabilitas mental atau tunagrahita mendapatkan hak untuk memilih pada Pemilu 2019, KPU Kota Cilegon melakukan pendataan. Tunagrahita dinilai sama dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Terkait pendataan pemilih tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dr Ariadna menjelaskan, KPU Kota Cilegon telah berkoordinasi dengan pihaknya untuk melakukan pendataan ODGJ di Kota Cilegon. “Gelandangan yang di jalan itu urusannya Dinsos. Koordinasi KPU dan Dinkes di bagian data, dia minta data pasien dengan diagnosa ODGJ,” ujar Ariadna, Rabu (5/11).

Menurut Ariadna, ada 800 orang yang tercatat sebagai pasien ODGJ yang masih melakukan rawat jalan. Menurutnya, dari jumlah total itu, lebih dari 50 persen dinyatakan tidak laik untuk memilih atau tidak bisa memilih pada Pemilu tahun 2019 nanti.

Dijelaskan Ariadna, sesuai aturan yang diketahuinya, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa bisa memilih jika telah mendapatkan rekomendasi dari dokter spesialis. “Jadi kalau dia hanya gangguan jiwa ringan gak apa-apa, tapi ada yang gak bisa milih, walaupun di aturan itu dikatakan orang dengan gangguan jiwa punya hak pilih, tapi secara medis dokter akan memberikan keterangan mereka yang tidak berhak memiliki hak pilih karena penyakitnya,” kata Ariadna.

Ariadna menegaskan, data ODGJ yang dimiliki oleh dinas yang dipimpinnya adalah yang masih memiliki identitas kependudukan dan masih mendapatkan pelayanan medis. Jika yang menjadi gelandangan di jalan, itu diluar kewenangan Dinkes.

Masyarakat yang mengalami gangguan jiwa itu mendapatkan pelayanan medis di puskesmas. Menurutnya, secara bergilir, dokter spesialis gangguan jiwa dan psikolog melakukan kunjungan ke puskesmas-puskesmas untuk memberikan terapi. “Kalau dirujuk masih ke Jakarta,” katanya.

Sementara itu, salah satu komisioner KPU Kota Cilegon Eli Jumaeli saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler menjelaskan, saat ini KPU Kota Cilegon masih melakukan pendataan pemilih yang masuk dalam kategori tunagrahita. (Bayu M/RBG)