82 WNA Dideportasi dalam Tiga Tahun, Mayoritas Asal Tiongkok

CILEGON – Sebanyak 82 warga negara asing (WNA) dideportasi dalam tiga tahun terakhir. Dari seluruh WNA yang dikembalikan ke negara asal tersebut, paling banyak berasal dari Tiongkok.

Kasi Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon Hendra Kurniawan menjelaskan, proses pengembalian seluruh WNA ke negara asalnya itu dilakukan dalam kurun waktu 2016 hingga triwulan pertama 2018. “Pada 2016 sebanyak 71 WNA, pada 2017 sebanyak 10 orang, serta pada awal 2018 satu orang,” kata Hendra, kemarin.

Menurutnya, pada 2016, dari 71 WNA yang dideportasi, 43 di antaranya berasal dari Tiongkok, sisanya berasal dari negara lain seperti Filipina, India, dan Bangladesh. Sedangkan pada tahun 2017, dari 10 orang WNA dideportasi, tiga di antaranya berasal dari Tiongkok, dan lainnya berasal dari India, Rumania, Singapura, dan Malaysia.  “Yang telah dideportasi pada tahun ini juga berasal dari Tiongkok,” kata Hendra.

Banyaknya WNA yang dideportasi pada tahun 2016, menurut Hendra karena peran serta dari Polda Banten cukup tinggi. Dari total 71 orang yang dideportasi, 37 diantaranya hasil diamankan oleh Polda Banten. “Mereka merupakan tenaga kerja asing ilegal yang diamankan di salah satu proyek industri di wilayah hukum Kantor Imigirasi Kelas II Kota Cilegon,” jelasnya.

Hendra melanjutkan, WNA yang dideportasi itu mayoritas adalah TKA ilegal. Sebagian lainnya adalah WNA yang masuk melalui jalur ilegal. “Contohnya yang asal Bangladesh, yang diamankan di Puloampel,” tuturnya.

Dalam melakukan tindakan hukum, selain hasil dari pengawasan rutin yang dilakukan setiap bulan, Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon pun menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Namun, sejauh ini, paling banyak berdasarkan hasil pengawasan rutin. “Kami lakukan penyisiran data, jika ada yang mencurigakan kita tindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian (Lalintuskim) pada Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, Novan Indrianto menjelaskan, data warga negara asing yang bermasalah dimungkinkan berbeda dengan data yang dimiliki oleh kepolisian dan Pemkot Cilegon. Hal ini mengingat cakupan wilayah tugas yang berbeda-beda. “Data TKA yang ada di kita mungkin saja berbeda dengan yang di Disnaker dan kepolisian. Kalau kita kan hanya sekitar sini saja, kalau polisi Anyer masih masuk,” paparnya.

Terkait data WNA yang tinggal di Kota Cilegon, dalam catatan Imigrasi tercatat sebanyak 859 orang. Tidak semua adalah TKA, ada juga anggota keluarga TKA. “Kan kalau izin tinggal sementara itu peruntukannya macam-macam, bisa anggota keluarga yang bekerja, bisa pelajar, atau yang lain,” katanya.

Sementara itu, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Wawan Gunawan menjelaskan, pada Desember 2017, keberadaan TKA di Kota Cilegon sebanyak 1.271 orang. “Namun tidak semua dari TKA ini memiliki IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Asing) dari Disnaker. Dari seluruhnya hanya 307 orang yang memiliki IMTA dari Disnaker Cilegon. Sisanya ada yang dari provinsi ada yang dari pusat,” paparnya. (Bayu Mulyana/RBG)