84 Ribu Wanita Hamil saat Pandemi

0
760 views
Seorang istri yang sedang hamil berpose saat melakukan sesi pemotretan beberapa waktu lalu.

SERANG – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, ada 84.864 wanita di Banten hamil saat pandemi Covid-19. Jumlah itu didasarkan pada data kunjungan ibu hamil pertama ke tenaga/pelayanan kesehatan sejak Januari sampai April.

Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, jumlah ibu hamil dan telah kontak dengan tenaga kesehatan atau datang ke pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19 menurun dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama, yakni periode Januari sampai April. “Terdapat penurunan meskipun tidak besar,” ujar Ati, Kamis (4/6).

Ia menguraikan, di tahun ini, jumlah ibu hamil paling banyak di Kabupaten Tangerang sebanyak 30.047 orang. Kemudian, Kota Tangerang 12.335 orang, Kabupaten Serang 10.163 orang, Kabupaten Lebak 8.843 orang, Kota Tangsel 8.411 orang, Kabupaten Pandeglang 8.239 orang, Kota Serang 4.336 orang, dan Kota Cilegon 2.614 orang.

Sementara, lanjutnya, tahun lalu di periode Januari sampai April, jumlah ibu hamil di Banten sebanyak 88.584 orang. “Berarti ada penurunan. Tahun lalu 88.584 orang, sekarang 84.864 orang,” urainya.

Ati mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemprov Banten melalui Dinkes dalam peningkatan kesehatan ibu hamil dalam masa pandemi Covid-19. Misalnya, melakukan pemetaan fasilitas kesehatan di kabupaten/kota terkait pemberian pelayanan kesehatan ibu hamil seperti pemberian pelayanan antenatal care, kunjungan nifas, dan persalinan di fasilitas kesehatan. Selain itu, Dinkes juga melakukan pendataan ibu hamil dan melakukan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan di puskesmas. “Kami juga memberikan edaran tentang pedoman bagi ibu hamil dalam menghadapai masa pandemi Covid-19,” terangnya.

Pejabat hasil open bidding yang dilaksanakan Pemprov Banten ini mengatakan, ada prinsip-prinsp pencegahan Covid-19 pada ibu hamil, ibu nifas, dan bayi baru lahir di masyarakat meliputi universal precaution dengan selalu mencuci tangan memakai sabun selama 20 detik atau hand sanitizer, pemakaian alat pelindung diri, menjaga kondisi tubuh dengan rajin olah raga dan istirahat cukup, serta makan dengan gizi yang seimbang, dan mempraktikan etika batuk-bersin.

Ia mengatakan, upaya pencegahan umum yang dapat dilakukan ibu hamil, bersalin, dan nifas yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sedikitnya selama 20 detik dan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70 persen jika air dan sabun tidak tersedia. “Khusus untuk ibu nifas, selalu cuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah memegang bayi dan sebelum menyusui,” tutur Ati.

Ia juga meminta para ibu hamil, bersalin, dan nifas untuk menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Sebisa mungkin, mereka juga dapat menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit. “Gunakan masker medis saat sakit. Tetap tinggal di rumah saat sakit atau segera ke fasilitas kesehatan yang sesuai, jangan banyak beraktivitas di luar. Selain itu, ada beberapa protokol kesehatan lainnya yang harus diikuti,” ujarnya.

Kata dia, pemeriksaan hamil pertama kali harus dilakukan dengan membuat janji terlebih dahulu dengan dokter agar tidak menunggu lama. Selain itu, selama perjalanan ke fasilitas pelayanan kesehatan, ibu hamil tetap harus melakukan pencegahan penularan Covid-19 secara umum. “Ibu hamil harus melakukan pengisian stiker P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi-red) dipandu bidan/perawat/dokter melalui media komunikasi,” terang Ati.

Ia juga mengimbau ibu hamil untuk mempelajari buku kesehatan ibu dan anak serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu hamil juga harus memeriksa kondisi dirinya sendiri dan gerakan janinnya. “Jika terdapat resiko/tanda bahaya, maka periksakan diri ke tenaga kesehatan,” tegasnya.

Kata Ati, apabila tidak terdapat tanda-tanda bahaya, pemeriksaan kehamilan dapat ditunda. Namun, ibu hamil harus memastikan  gerak janin diawali usia kehamilan 20 minggu dan setelah usia kehamilan 28 minggu hitung gerakan janin yaitu minimal 10 gerakan per dua jam.

Ibu hamil juga diharapkan senantiasa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri, dan tetap mempraktekan aktivitas fisik berupa senam ibu hamil/yoga/pilates/aerobic/peregangan secara mandiri di rumah agar ibu tetap bugar dan sehat. Untuk itu, Kelas Ibu Hamil ditunda pelaksanaannya sampai kondisi bebas dari pandemi covid-19. “Jangan lupa, ibu hamil tetap minum tablet tambah darah sesuai dosis yang diberikan oleh tenaga kesehatan,” ujar Ati.

Terpisah, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, Aan Jumhana mengatakan, pemerintah juga menganjurkan agar stay at home. Dengan begitu, frekuensi di keluarga lebih sering. “Kemungkinan terjadi kehamilan tinggi, tapi kami berupaya terus memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun saat pandemi,” ungkapnya.

Ia menerangkan, pasangan usia subur peserta KB aktif pada Januari sebanyak 2.065.326 pasangan. Pada Februari turun menjadi 2.062.640 pasangan. Namun, pada Maret kembali naik menjadi 2.083.989 pasangan. Sedangkan April naik lagi menjadi 2.087.402 pasangan.

Selain pasangan usia subur yang menjadi peserta aktif KB, Aan mengatakan, pasangan usia subur yang kebutuhan KB-nya tidak terlayani yakni sebanyak 363.315 pasangan pada Januari dan 370.632 pasangan pada Februari. “Di Maret, angkanya turun menjadi 358.037 pasangan dan di April sebanyak 359 ribu,” terangnya.

Kata dia, secara umum, baik pasangan usia subur yang menjadi peserta aktif KB dan tidak pada tahun 2019 lebih sedikit dibandingkan tahun ini.

Aan mengimbau, sebaiknya masyarakat tidak hamil di masa pandemi seperti saat ini. Selain karena akses pelayanan kesehatan terbatas, asupan gizi di masa pandemi juga terbatas. Tak hanya itu, hal ini sebagai salah satu antisipasi untuk menekan angka kematian ibu dan anak. “Kehamilan harus diinginkan dan direncanakan. Kalau hamilnya tidak diinginkan, maka daya tahan tubuh juga menurun,” ujarnya

Ia mengatakan, meskipun di masa pandemi, tapi pihaknya tetap melakukan pelayanan KB kepada masyarakat. Pihaknya memastikan masyarakat pasangan usia subur terlayani meskipun di masa seperti ini. (nna/air)