85 TKA Asal Tiongkok Sembunyi Saat Digerebeg Anggota Dewan

0
626 views
ilustrasi

BALARAJA – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang melakukan sidak di PT. Lautan Steel Indonesia di Desa Telagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Sidak tersebut dilakukan guna memantau keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan peleburan baja tersebut.
Dalam sidak yang dilakukan pada jam kerja tersebut anggota DPRD mendapati 85 TKA yang berasal dari Tiongkok. Kaget dengan kedatangan anggota DPRD Komisi II ini, puluhan TKA tersebut bersembunyi di ruang kerjanya masing-masing.
“Ya dalam sidak ini kita dapati pulihan TKA yang mayoritas berasal dari Tiongkok yang berstatus aresmi (legal) bekerja disini,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Jayusman kepada Radar Banten, Kamis (12/1).
Dijelaskannya, sidak yang dilakukan tersebut menyusul adanya aduan dari masyakarat tentang adanya TKA yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di perusahaan ini. Namun ketika kami periksa ternyata para TKA tersebut bekerja sebagai tenaga ahli yang memang dikhususkan untuk bidang tertentu.
“Kami tidak menemukan adanya para TKA yang dipekrjakan sebagai buruh kasar. Izin tinggal dan dokumen-dokumen lainnya pun lengkap,” katanya.
Di tempat yang sama, HRD Manager PT. Lautan Steel Indonesia, Tapatazani mengakui, pihaknya memang mempekerjakan tenaga kerja asing, namun tidak sebagai buruh kasar melainkan sebagai tenaga ahli.
“Semua TKA resmi dan sebagai tenaga ahli, alasan kita memmpekerjakan mereka karena mesin untuk peleburan baja ini berasal dari Cina dan yang mengerti mesin ini hanya TKA dari Cina saja,” jelasnya.
Ditambahkannya, di PT. SLI sendiri terdapat 800 pekerja, 85 diantaranya yakni para tenaga kerja asing dengan pembagian waktu bekerja sebanyak tiga gelombang.
Terpisah, Pengurus Konfederasi Serikat Nasional (KSN) Kabupaten Tangerang, Edi Jayadi mengatakan, pihak kaum buruh meminta pemerintah lebih memperketat pengawasan TKA yangmasuk ke Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
‘Kalau bicara aturana, di Undang-Undang memang ada aturan terkait dengan TKA. Tetapi, jangan karena itu, pemerintah membebaskan TKA masuk. Bahkan diberikan kemudahan,” tegasnnya.
Ditambahkannya, tak hanya di wilayah Kabupaten Tangerang, angka penganguran di Indonesia masih cukup tinggi. Sementara lapangan pekerjaan yang tersedia masih kurang.
“Kalau TKA dibebaskan masuk, kesempatan kerja untuk masyarakat kita sendiri sangat kecil. Belum lagi upah para TKA ini lebih besar dibanding tenaga lokal. Padahal tenaga ahli asal daerah kita sendiri tak sedikit jumlahnya,” tandasnya. (mg-26/ Radar Banten)