SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang pada 2018 menerima laporan sebanyak 86 kasus pencemaran lingkungan. 

Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Serang Suherlan mengatakan, 86 kasus pencemaran lingkungan dilakukan oleh 46 badan usaha di 13 kecamatan. Kasus pencemaran terdiri atas pencemaran udara, air, pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan izin lingkungan. 

“Jadi, kita menerima laporan terkait pencemaran lingkungan dari masyarakat kemudian kita lakukan kegiatan pengawasan sampai kepada upaya-upaya penindakan,” katanya kepada Radar Banten, Senin (11/2).

Badan usaha yang terbukti melakukan pencemaran, kata dia, diberikan teguran sebanyak tiga kali. Setelah itu pihaknya mengeluarkan sanksi administrasi untuk perusahaan yang masih membandel. 

“Kalau masih membandel kita berikan sanksi paksaan pemerintah, seperti pengurangan produksi, penutupan cerobong limbah. Tapi selama ini masih sanksi administrasi,” ujarnya.

Dikatakan Suherlan, mekanisme pembuangan limbah harus sesuai dengan aturan. Sebelum dibuang limbah harus diolah dulu melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Limbah yang dibuang harus sesuai dengan standar mutu,” pungkasnya. (Abdul Rozak)