9.000 Warga Kota Serang Tak Miliki KTP-El

Belum Melakukan Perekaman

Warga melihat pengumuman di kantor Disdukcapil Kota Serang yang memuat daftar nama yang telah melakukan perekaman dan sudah bisa melakukan pengambilan KTP-el di masing-masing kelurahan, Selasa (23/1).

SERANG – Dari 433.945 wajib KTP di Kota Serang, masih ada 9.000 warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Sementara itu, masih ada 32 ribu data perekaman yang juga belum dicetak.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang Hudori KA mengaku pihaknya akan menuntaskan pekerjaan rumah itu sebelum perhelatan Pilkada Kota Serang, 27 Juni mendatang. “Kami akan berupaya,” tegas Hudori di ruang kerjanya, Selasa (16/1).

Hudori mengatakan, pihaknya akan mendatangi 67 kelurahan untuk menjemput warga yang belum melakukan perekaman KTP-el. Dari enam kecamatan yang ada, jumlah warga yang paling banyak belum melakukan perekaman KTP-el ada di Kecamatan Kasemen sekira 4.200 orang. Sedangkan lima kecamatan lain rata-rata seribu warga yang belum melakukan perekaman.

Ia memperkirakan tingginya tingkat mobilitas warga menjadi penyebab utama mereka belum melakukan perekaman. “Misalnya mereka harus bekerja, sehingga tidak sempat untuk melakukan perekaman,” urainya. Selain itu, ada juga warga yang belum mengetahui pentingnya administrasi kependudukan.

Sebenarnya, tambah Hudori, selain di kantor Disdukcapil atau menunggu mobil layanan keliling Disdukcapil tiba di kelurahan, warga dapat juga melakukan perekaman KTP-el di kantor kecamatan. Terkecuali Kecamatan Curug yang saat ini sedang mengalami gangguan.

Ia mengatakan, meskipun stok blangko KTP-el dalam posisi aman, tetapi yang menjadi kendala saat ini adalah jaringan. Lambatnya jaringan membuat satu pencetakan KTP-el membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit.

Saat ini, ada empat mesin cetak yang ada di kantor Disdukcapil yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang, itu. Dari empat mesin itu, satu digunakan untuk pencetakan harian perubahan elemen, misalnya ganti alamat. Sedangkan, tiga mesin lain untuk pencetakan data yang siap cetak. “Kalau sudah perekaman, dan tidak ada masalah dengan data perekamannya, saya jamin masyarakat akan pegang KTP-el,” tandasnya.

Lantaran, kondisi jaringan sedang lambat, pencetakan KTP-el tak sampai 500 keping per hari. Jaringan kembali akan membaik saat malam hari dan libur. Namun, hal itu terkendala sumber daya manusia yang ada di Disdukcapil.

Hudori mengungkapkan, pada perekaman KTP-el tahap pertama, ada 27 ribu data warga yang terkendala untuk dicetak. “Tapi saat ini sudah tidak ada masalah. Tinggal kami cetak,” ujarnya. Dari 27 ribu data itu, 11 ribu di antaranya sudah dicetak. Sedangkan 16 ribu lainnya akan menyusul. Selain itu, masih ada 16 ribu warga juga yang belum dicetak KTP-el. Dengan begitu, pekerjaan Disdukcapil untuk mencetak ada 32 ribu data lagi.

Kata dia, KTP yang sudah tercetak akan didistribusikan ke kantor kelurahan masing-masing. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu repot-repot lagi datang ke kantor Disdukcapil untuk mengambil KTP-el.

Ia mengungkapkan, membludaknya warga yang datang ke kantor Disdukcapil saat ini dikarenakan dampak blangko KTP-el yang sempat kosong 10 bulan dan adanya proses penanggalan yang sempat mengalami gangguan. (Rostinah/RBG)