9 Hari Lagi Pendaftaran Dibuka, Formasi Calon ASN Belum Jelas

SERANG – Aktivasi website untuk pendaftaran calon aparatur sipil negara (ASN) akan dibuka kurang dari sepuluh hari lagi. Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membuka akses ke laman beralamat di sscn.bkn.go.id itu pada 19 September. Namun, formasi untuk masing-masing pemerintah daerah di Banten belum ada kejelasan.

Kabid Pengembangan Aparatur dan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Heri Purnomo mengatakan, Pemprov Banten sudah mengusulkan formasi calon ASN 2018 ke BKN. “Pemprov Banten telah mengusulkan formasi, sekarang masih menunggu keputusan BKN terkait kuota calon ASN 2018,” kata Heri kepada Radar Banten, Jumat (7/9).

Kendati mengaku telah mengusulkan, Heri enggan membeberkan detail formasi apa saja yang diusulkan dan berapa jumlahnya. “Terkait data itu, silakan konfirmasi langsung ke pimpinan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kasubid Data dan Informasi Kepegawaian BKD Banten Dian Herdiana menambahkan, usulan BKD Banten telah disampaikan secara resmi ke BKN. “Adapun formasi yang diusulkan, datanya ada di bidang perencanaan, pengadaan, dan pengangkatan calon ASN,” tuturnya.

Di tempat berbeda, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, kuota calon ASN untuk Kota Serang belum diberikan dari pusat. Selain Kota Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak juga belum mendapatkan kuota. “Berdasarkan informasi, kami baru dapat Rabu (12/9) nanti karena antreannya cukup panjang,” ujarnya.

Kata dia, Kota Serang mengajukan kuota 164 calon ASN. “Kalau usulan formasi yang sekarang kan baseline-nya dari pegawai yang pensiun 2018 supaya tidak mengganggu keuangan negara,” terang Yoyo.

Kepala Sub Bagian Pengadaan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Dede Juhana mengatakan, pengajuan calon ASN dilakukan sesuai dengan batas usia pensiun (BUP) per tahun. Setiap tahun sekitar 300 ASN Kabupaten Serang memasuki masa pensiun. “Kita mengajukan 462 formasi ASN,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/9).

Meski demikian, Dede mengaku belum menerima informasi kuota calon ASN untuk Kabupaten Serang dari Kementerian PAN-RB. Menurut dia, kuota calon ASN tidak mungkin melebihi jumlah BUP. “Kami belum menerima kuotanya, di sananya (Kementerian PAN-RB-red) belum selesai. Yang pasti, kuotanya tidak mungkin melebihi BUP,” ujarnya.

Dede mengatakan, formasi calon ASN paling banyak untuk mengisi posisi tenaga pengajar dan medis. Soalnya, kekurangan pegawai paling banyak di dua sektor itu. “Tenaga pengajar guru, dokter, dan tenaga medis lainnya,” terangnya.

Sementara, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak mengusulkan 354 formasi calon ASN untuk Lebak. Kepala BKPP Lebak Edi Wahyudi menyatakan, sebenarnya Lebak masih banyak kekurangan pegawai. Jumlah saat ini 9.938 ASN dirasa masih kurang. Namun, pengajuan formasi calon ASN harus sesuai instruksi Kementerian PAN-RB, yaitu tidak boleh melebihi jumlah batas usia pensiun. Untuk itu, jumlah formasi yang diusulkan ke Kementerian PAN-RB sebanyak 354 orang. Dengan perincian, 50 persen untuk tenaga pendidikan, 30 persen tenaga kesehatan, dan 20 persen tenaga teknis. “Sampai sekarang kami belum menerima formasi calon ASN untuk Lebak,” kata Edi Wahyudi.

Anggaran untuk seleksi calon ASN di Lebak sudah disediakan di APBD 2018, yaitu Rp1,3 miliar. “Saya berharap formasi calon ASN sesuai usulan yang kita sampaikan ke pusat sehingga kebutuhan pegawai dapat dipenuhi secara bertahap,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir saat dikonfirmasi tentang formasi di masing-masing pemerintah daerah, lembaga, dan instansi itu hanya menjawab singkat. Dia menyebutkan bahwa saat ini memang dalam proses. “Segera. Secepatnya,” jelas dia.

Kata dia, total ada 238.015 formasi calon ASN yang sudah diumumkan. Namun, persebaran informasi tersebut di tiap kementerian, lembaga, dan pemda masih belum terpublikasi dengan jelas. Yang sudah diumumkan selain formasi total juga sebaran secara umum di pemda, kementerian, dan lembaga. Yakni 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga. Sementara untuk 525 pemda tersedia 186.744 formasi.

Setelah instansi itu mendapatkan SK formasi itu mereka harus segera memasukkan data ke dalam sistem sscn.bkn.go.id. BKN berharap input data itu bisa dilakukan segera, mengingat waktu pendaftaran yang semakin dekat.

Sementara itu, Kepala Biro Humas BKN M Ridwan menuturkan, belum semua pemda mendapatkan SK formasi. Contohnya, Lampung baru akan diambil hari ini (10/9). Diharapkan, segera setelah menerima SK tersebut pemda bisa langsung berkoordinasi dengan petugas BKN untuk input data lantaran sistem pendaftaran yang relatif baru.

”Teman-teman di daerah pengalamannya terakhir di 2014 ketika ada penerimaan massal (calon ASN) setelah itu vakum. Dimungkinkan waktu itu tidak online semuanya. Kalau sekarang online semua,” ungkap Ridwan. Mereka harus tahu dengan detail mekanismenya mulai dari cara input hingga seleksi administrasi karena itu menjadi urusan pemda.

Setelah pengumuman formasi calon ASN disampaikan pada publik, BKN pusat kini melembur pagi hingga sore untuk memasukkan formasi tersebut. Sementara di 14 kantor regional BKN daerah disesuaikan dengan kebutuhan.

Ridwan menuturkan, ada instruksi dari kepala BKN bahwa semua instansi harus benar-benar telah menyelesaikan input data itu ke website tersebut. Namun bila pada 19 September ada satu saja instansi yang belum menyelesaikan maka pembukaan website itu bisa saja ditunda.

“Karena nanti repot. Misalnya, Kabupaten Sumenep, tempat saya itu ketinggalan repot. Dia tidak akan dapat orang-orang terbaik itu. Tidak bisa terpilih oleh orang-orang seluruh Indonesia. Tapi, kita masih yakin tanggal segitu bisa,” tegas dia.

Selain input data atau formasi, pemda juga punya kewajiban untuk sesegera mungkin mengumumkan formasi calon ASN kepada publik melalui banyak saluran. Termasuk iklan di media. Jadi, dalam sepuluh hari ke depan bakal muncul formasi detail calon ASN itu.

“Bagaimana pun dia (instansi) itu harus advertising juga agar calon-calon terbaik itu bisa approach pilih di tempat instansi tersebut,” ungkap dia. (Rozak-Mastur-Rostina-Bayu M-Deni S-JPG/RBG)