CILEGON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon telah merampungkan penyidikan kasus Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sejumlah saksi telah diperiksa sehingga Kejari telah mengantongi nama-nama tersangka kasus proyek di JLS.
Kepala Kejari Cilegon Andy Mirnawati mengaku dalam waktu dekat akan melakukan ekspose nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi proyek JLS pada akhir pekan ini. Dia memastikan jumlah tersangka lebih dari satu orang. Namun, ia enggan membeberkan berapa jumlah persis dan informasi lain seputar tersangka.
“Semuanya sudah siap, tinggal waktunya yang belum ada. Nanti jelasnya akan kita sampaikan saat ekspose,” ujar Andy Mirnawati usai menghadiri silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon di kantor Walikota Cilegon, Selasa (1/10).
Ia melanjutkan, berdasarkan hasil penyidikan serta audit fisik, proyek 2013 senilai Rp13 miliar itu merugikan negara hingga lebih dari Rp900 juta. “Hampir Rp1 miliar, tinggal dikit lagi kerugiannya sampai Rp1 miliar,” ujarnya.
Setelah penetapan tersangka dilakukan, menurut Mirna, dimungkinkan Kejari melakukan pengembangan sehingga bisa menetapkan tersangka lain di luar yang akan ditetapkan dalam ekspose nanti. “Dari pemeriksaan saksi-saksi, sementara tersangka-tersangka ini yang harus kita tangani,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Cilegon David Nababan menuturkan, ekspose tersangka dugaan korupsi proyek JLS tinggal menunggu perintah dari Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawati. “Semuanya sudah siap. Tinggal menunggu arahan dari ibu saja,” ujarnya.
Ia belum bisa membeberkan lebih jauh terkait kasus tersebut. Menurutnya semuanya akan diungkapkan pada publik pada saat ekspose nanti.
Diketahui, Kejari Cilegon selama proses penyidikan telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Mereka berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon dan pelaksana proyek.
Pengecekan fisik proyek yang didanai oleh APBD Kota Cilegon itu telah dilakukan oleh penyidik bersama ahli teknik asal Bandung, Jawa Barat. Diduga proyek itu tidak sesuai spesifikasi kontrak. Sehingga, jalan yang dibangun ambrol pada 25 April 2018 lalu.
Tim audit tidak hanya memeriksa lokasi jalan yang sempat alami ambrol. Namun, ruas jalan sepanjang 2,5 kilometer yang menjadi satu paket pengerjaan dengan jalan yang alami ambrol. (bam/ibm/ags)










