LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rangkasbitung akhirnya resmi memiliki SK Tanda Daftar Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak.
LPK di Lapas Rangkasbitung untuk meningkatkan kualitas life skill narapidana dengan program pembinaan kemandirian di Lapas kelas III Rangkasbitung.
LPK Bina Lapaskas Center diserahkan langsung Kepala Disnaker Lebak Maman Suparman kepada Kalapas Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang, Selasa 7 Maret 2023.
“Kami ucapkan terimakasih atas terbitnya surat Keputusan Tanda Daftar LPK. Ini tentunya, hal sangat berguna dan bermanfaat bagi program pembinaan terutama dalam memberikan pelatihan keterampilan yang akan diselenggarakan oleh Lapas Rangkasbitung,” kata Suriyanta.
Menurutnya, ini juga bentuk dukungan dari pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini Disnaker Lebak sehingga Lapas Rangkasbitung bisa memiliki tanda daftar LPK. Nantinya LPK Bina Lapaskas Center akan melaksanakan pelatihan Perkayuan, pembuatan gitar, menjahit, pangkas rambut, kerajinan tangan, tata boga, tata busana dan kegiatan budidaya pertanian, perikanan dan peternakan.
“Nantinya narapidana yang mengikuti program pembinaan kemandirian bisa mengikuti pelatihan bersertifikat yang nantinya sangat berguna bagi mereka sebagai bekal hidup setelah bebas nantinya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Disnaker Lebak Maman Suparman mengatakan, dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja perlu adanya suatu lembaga sebagai penyelenggara pelatihan kerja, sesuai dengan permohonan pihak Lapas Rangkasbitung.
“Setelah dilakukan pengecekan kelengkapan persyaratan Lapas Rangkasbitung telah memenuhi persyaratan sebagai penyelenggara pelatihan kerja sebagaimana yang diatur dalam peraturan, sehingga nantinya Lapas Rangkasbitung bisa menerbitkan sertifikat pelatihan untuk kejuruan program pelatihan kerja yang akan diselenggarakan,” kata mantan Kepala Dinas PUPR Lebak ini.
Dia mengatakan, Pemkab Lebak sangat mendukung program pembinaan di dalam Lapas Rangkasbitung, yang sudah layak memiliki tanda daftar LPK dimana, kualitas pelatihan pembinaannya sudah teruji dan output yang dihasilkan juga sudah banyak diapresiasi.
“Kami berharap dengan berdiri LPK sendiri bisa banyak melatih warga, sehingga berkompeten dan juga tentu saja bisa mengeluarkan sertifikat standar secara mandiri. Semoga hal tersebut bisa memberikan manfaat bagi Lapas Rangkasbitung terutama dalam membina para narapidana yang sedang berada di dalam Lapas,” tukasnya.(*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











