SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – ASTRA Tol Tangerang-Merak berupaya intensif menambal lubang (pothole) di ruas Tol Tangerang-Merak.
Humas Astra Tol Tangerang-Merak Uswatun Hasanah menuturkan, terkait dengan keluhan lubang di ruas tol Tangerang Merak, ASTRA Tol Tangerang-Merak selaku pengelola sudah melakukan tindak lanjut segera di titik-titik yang disampaikan oleh beberapa pengguna jalan, di antaranya di KM 54-58 dan KM 60-64, juga di sejumlah titik dominan yang tim telusuri.
Perempuan yang akrab disapa Uswah ini menjelaskan, tindak lanjut yang telah dan sedang dilakukan perbaikan di luar pemeliharaan rutin perkerasan jalan yaitu menambah tim dan intensitas jadwal untuk melakukan patching (penutupan lubang) 2×24 jam menggunakan material coldmix dan hotmix sebagai tindakan darurat (cepat).
Hal itu sebagai bentuk tanggungjawab ASTRA Tol Tangerang-Merak dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Untuk antisipasi curah hujan tinggi hingga akhir Maret ini, selain penambahan personel, kami juga melakukan restock material aspalt sebanyak 20 ton setiap hari. Sementara simultan juga berlangsung perbaikan lubang permanen dengan scrap fill dan overlay yang sudah terjadwal sebelumnya,” ungkap Uswah dalam siaran pers, Selasa malam, 7 Maret 2023.
Uswah mengungkapkan, progres proyek pelebaran segmen Cikande-Serang Timur saat ini sudah berjalan 90,7 persen dan kondisinya baik untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran.
Pelabaran, lanjut dia, upaya peningkatan kapasitas dan kualitas jalan yang diharapkan selesai sebelum Lebaran 1444 H.
“Kami mohon dukungan dan kerja sama semua pengguna jalan tol, untuk bersama-sama berkendaraan secara tertib, aman, dan senantiasa menjaga kebersihan dan keasrian ruas tol. Tidak parkir di sepanjang jalan tol, beristirahat hanya di rest area atau halaman kantor pelayanan di setiap gerbang tol,” lanjut Uswah.
Pengelola jalan tol, ASTRA Tol Tangerang-Merak menghimbau para pengguna jalan untuk senantiasa menjaga keselamatannya, melengkapi perlengkapan standar kendaraan seperti kondisi kendaraan yang prima, tekanan ban, lampu dan rem yang baik, serta melengkapi dengan alat reflektif tambahan dan perisai kolong belakang untuk semua kendaraan truk dan logistik, serta tidak menjalankan kendaraan yang overload dan overdimension (ODOL).
Editor: Aas Arbi











