SERANG, RADARABANTRN.CO.ID – Ratusan relawan pasangan bakal calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar secara resmi mengkuhkan pengurus Tim 100 Badan Koordinasi Saksi (Bakorsi) Provinsi Banten wilayah Barat.
Bakorsi itu terdiri dari berbagai simpul relawan Anies Baswedan dan Cak Imin. Mereka dikukuhkan di sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten, Minggu 17 September 2023.
Dalam acara itu Cahyo Atmoko dikukuhkan sebagai Ketua Bakorsi Banten. Pengukuhan itu disaksikan oleh perwakilan dari masing-masing partai politik (Parpol) Koalisi Perubahan dan Perbaikan seperti Furtasan Ali Yusuf sebagai perwakilan dari DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi Banten, dan Mansur Barmawi dari DPW PKS Provinsi Banten.
Ketua Bakorsi Nasional, Dendi Susyanto mengatakan, Bakorsi dibentuk untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2024. Bakorsi akan menjadi saksi parpol dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pemungutan suara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Jadi latar belakang dibentuknya Bakorsi ini karena kita melihat bahwa selama ini partai pengusung Capres-Cawapres akan sibuk pada Pileg, sementara kosong pada waktu Pilpres. Maka kekosongan itu akan kita isi, relawan akan menjadi saksi di TPS,” kata Dendi kepada wartawan.
Dendi menyebut, Bakorsi ini akan dibentuk di sembilan tingkatan hingga tingkat Desa, yang mana setiap tingkatan akan terdiri dari 100 anggota. Pihaknya menargetkan, di bulan Desember 2023 nanti pihaknya sudah membentuk pengurus Barkorsi hingga tingkat Desa.
“Dua bulan sebelum Pilpres kita harap Bakorsi sudah terbentuk hingga tingkat Desa. Sehingga nantinya kita akan memiliki sembilan juta Bakorsi yang siap mengawal Pemilu nanti,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa selain mengawal Pemilu, Bakorsi juga bertugas untuk meningkatkan elektabilitas dari pasangan Anies Baswedan-Cak Imin. Selain itu, bakorsi juga akan terus melakukan evaluasi terhadap pergerakan relawan Anies khususnya di Banten.
“Kita akan siap dengan segala kemungkinan terburuk, salah satunya kecurangan pada Pemilu nanti. Kita siap mengawal agar Pemilu nanti tidak ada kecurangan yang dapat melukai demokrasi,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











