SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi pertanyakan proyek normalisasi Sungai Cibanten yang menggusur pemukiman warga di bantaran sungai, namun tidak memberikan solusi.
Terlebih, penggusuran tersebut dinilai belum memiliki solusi, lantaran warga yang terdampak belum diberikan fasilitas tempat tinggal penggantinya.
Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, penggusuran terhadap warga yang berada di bantaran Sungai Cibanten tersebut seharusnya lebih memanusiakan manusia.
BBWSC3 seharusnya lebih memiliki hati nurani dengan melihat kondisi warga Kota Serang. Sebab, saat ini warga yang terdampak proyek normalisasi tersebut kebingungan untuk mencari tempat tinggal pengganti.
Selain itu, kata Budi, BBWSC3 juga seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang apabila proyek tersebut hingga menggusur masyarakat di bantaran sungai.
“Harusnya kalau dia (BBWSC3) koordinasi dengan Pemkot Serang disosialisasikan terlebih dahulu, kemudian Pemkot Serang memberikan fasilitas seperti rumah susun. itu yang perlu disiapkan,” ujar Budi kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 8 Oktober 2023.
Terlebih, saat ini warga yang terdampak proyek normalisasi tersebut berdasarkan pengakuan warga hanya mendapatkan Rp2 juta per rumah sebagai bentuk kompensasi.
“Intinya saya kepada BBWSC3 agar ketika melakukan suatu kegiatan yang memang menjadi program pemerintah dalam rangka pembangunan, baiknya sosialisasi dulu dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota yang mempunyai wilayah, agar tidak terjadi seperti demikian,” kata Budi.
Terlebih, saat ini Pemkot Serang juga belum menemukan solusi atau memfasilitasi warga yang terdampak proyek normalisasi Sungai Cibanten.
“Kan nanti kalau kita koordinasikan sama-sama memikirkan, nanti ini berapa ganti rugi? Lalu ketika sudah ganti rugi di tempatkan di mana? Berarti Pemkot Serang menyiapkan lahan seperti rumah susun,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











