SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kesulitan mendapatkan air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, Warga Desa Domas, Kecamatan Pontang Kabupaten Serang menggali tanah untuk membuat sumur darurat di pinggir jalan.
Sumur dengan kedalaman tiga meter tersebut memiliki kandungan air payau yang dapat dimanfaatkan warga untuk pemenuhan air untuk sekadar mandi dan mencuci.
Payau nya air lantaran lokasi tempat mereka menggali sumur sangat dekat dengan pantai.
Pantauan di lokasi terlihat warga tengah mengambil air di sumur-sumur yang berada di pinggir jalan yang baru digali. Mereka membawa jirigen air untuk di isi di sumur tersebut.
Sumur-sumur tersebut dibuat lantaran kondisi air sungai yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk mandi dan mencuci mulai mengering. Selain itu, PDAM juga sudah mulai tak ada air karena kondisi air yang sudah mengering.
Kepala Desa Domas Ukon Hidayat menyatakan, kekeringan yang melanda Desa Domas menyebabkan krisis air bersih sudah terjadi sejak enam bulan lalu. Hal itu dikarenakan air dari PDAM yang tidak mengalir ke rumah-rumah warga.
“Kita sudah sejak bulan Mei mengalami kekeringan, rata semua rumah yang ada di Desa Domas,” katanya, Selasa 10 Oktober 2023.
Warga yang ada di lokasi kemudian berinisiatif untuk menggali sumur di pinggir jalan yang ada di Desa Domas untuk memanfaatkan air tanah yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan mandi dan juga cuci.
“Buat sumur ini yang ada sumber airnya walaupun cuman untuk mandi dan mencuci. Kondisi air berwarna kuning dan payau tapi lumayan untuk membatu kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum sehari-hari, warga membeli dari pedagang air yang biasa berkeliling menjual air bersih ke masyarakat.
“Sementara warga mengandalkan beli dari pedagang air, untuk kebutuhan memasak dan minum. Biasanya satu rumah itu beli 10 jirigen, harganya 2 ribu per jerigennya,” tegasnya.
Ia mengaku untuk bantuan air terus berdatangan baik dari pemerintah kabupaten ataupun dari instansi lainnya.
Namun untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga harus mencari dari tempat lain karena kebutuhan air sangat tinggi.
“Bantuan kan tidak datang tiap hari jadi warga memanfaatkan sumber air lainnya dan membeli air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara itu salah seorang warga Yani mengatakan, keberadaan sumur darurat yang dibuat oleh warga sangat berguna untuk pemenuhan kebutuhan mandi dan cuci baju.
“Sebagian warga ada yang punya sumur di rumahnya, nah untuk sumur-sumur ini biasanya dipake warga yang belum punya sumur,” terangnya.
Ia mengatakan, ada sebanyak 3 sumur yang berada di pinggir jalan dapat dimanfaatkan warga mengambil air. “Yang satu baru di buat kemarin, yang dua nya sudah lama,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











