PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pandeglang tengah berupaya meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan fokus pada sektor pajak.
Namun, Bapenda Pandeglang menghadapi kendala dalam mencapai target, terutama dari 11 jenis obyek pajak. Termasuk pajak sarang burung walet dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Pandeglang Yunisa mengungkapkan, potensi PAD dari pajak sarang burung walet dirasa sulit diandalkan karena adanya faktor penurunan produksi panen.
“Pemilik datang saat panen, yang biasanya tiga sampai empat kali setahun. Namun, saat ini ada penurunan produksi, dan kami tahun ini berupaya untuk mengoptimalkannya,” ungkapnya, Minggu 21 Januari 2024.
“Kita lihat izin pengusaha atau pemilik sarang burung walet yang dikeluarkan DPMPTSP ini ada tahun lalu juga beberapa pengusaha yang mengurus izinnya,” sambungnya.
Selain itu, kendala lain dalam upaya meningkatkan PAD adalah sektor PBB. Yunisa menyebut dinamika dalam masyarakat menjadi hambatan, dengan perubahan yang terjadi setiap lima tahun, seperti transaksi jual beli tanah atau bangunan, pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB), serta kelalaian dalam pelaporan.
“PBB memiliki kendala karena jumlah wajib pajak mencapai sekitar 600 ribu yang harus ditagihkan ke seluruh masyarakat Pandeglang. Dinamika yang kompleks, terutama dalam transisi kepemilikan secara keseluruhan, menjadi tantangan bagi kami,” tuturnya.
Yunisa menjelaskan, bahwa strategi yang akan diambil dalam mengatasi kendala antara pajak sarang burung walet dan PBB adalah melakukan integrasi data dari perizinan dan aspek lainnya.
“PBB juga menjadi perhatian, karena sebagian besar pengusaha di Kabupaten Pandeglang masih memiliki PBB atas nama pribadi atau beberapa orang. Dengan mendapatkan data perizinan, kami mengingatkan pengusaha untuk mengumpulkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang terkait dengan usahanya, untuk kemudian digabungkan menjadi satu entitas perusahaan,” jelasnya.
Bapenda Pandeglang berhasil mencapai realisasi target sekitar 82 persen dari total 11 jenis obyek pajak, yang tercatat terakhir sejak Desember 2023.
Yunisa menekankan pentingnya kerjasama antara semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pandeglang untuk bersama-sama meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kesejahteraan masyarakat.
“Kerjasama dan dukungan dari seluruh OPD, serta teman-teman kecamatan yang memiliki wilayah, sangat diperlukan dalam upaya mengoptimalkan PAD. Ini bukan hanya tugas kami, tapi hasilnya akan bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











