TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Ratusan warga di Kecamatan Setu, Kota Tangsel melakukan demonstrasi menolak penutupan sepihak Jalan Raya Puspiptek oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Aksi massa dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. Masyarakat di sekitar lokasi membentangkan berbagai spanduk dengan narasi penolakan, seperti “Penutupan jalan Provinsi oleh BRIN, kami menolak tegas”.
“Pikiran lo kayak kompeni, yang seneng nyusahin rakyat”, ada pula spanduk bertuliskan “penutupan rezeki kami oleh BRIN” dan “lo seneng, kami blangsak”.
Pantauan di lokasi, aksi massa dikawal aparat kepolisian. Warga yang berunjuk rasa mulai dari laki-laki, ibu-ibu, serta pemuda setempat.
Sebelumnya Walikota Tangsel, Benyamin Davnie juga telah meminta BRIN untuk memikirkan kepentingan masyarakat setempat dengan adanya kebijakan menutup akses masuk Jalan Raya Puspiptek.
Jalan ini diketahui adalah akses dari Tangsel menuju Kabupaten Bogor atau sebaliknya.
Menurut Benyamin, dirinya telah menyampaikan dan menghimbau agar masyarakat sekitar bersama pihak BRIN menempuh cara musyawarah. “Saya sudah sampaikan kemarin, sebaiknya ditempuh musyawarah saja antara BRIN dan masyarakat. Sosialisasikanlah untung plus minusnya” ujar Benyamin, Rabu 17 April 2024.
Benyamin mengakui, bahwa jalan tersebut sangat strategis dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mengakses jalan tersebut. “Karena itu jalan milik BRIN, milik pemerintah pusat, tapi saya berharap BRIN bisa mendengar kebutuhan masyarakat, seperti itu,” ujarnya.
Editor : Merwanda











