LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Tingginya tingkat kebocoran air juga menjadi masalah serius dalam operasional Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalimaya atau PDAM Lebak. Sepanjang tahun 2024, tingkat kebocoran perusahaan milik Pemkab Lebak ini mencapai 34 persen.
“Penanganan kebocoran ini menjadi prioritas utama dalam rencana perbaikan,” kata ketua Dewan Pengawas PDAM Lebak Khoirul Umam, Selasa 1 Oktober 2024.
Dia mengatakan, kebocoran air PDAM Lebak, selain karena pipa jaringan yang sudah tua, juga ada penyebab utama yaitu akurasi data pelanggan.
“Dari 47 ribu sambungan rumah (SR) pelanggan PDAM. Tapi, yang tercatat atau terekening hanya 33 ribu SR pelanggan. Artinya, ada 14 ribu pelanggan yang tidak terekening,” kata mantan plt ketua Kadin Lebak ini.
Bila belasan ribu pelanggan tersebut ternyata masih aktif dan menerima distribusi air bersih dari PDAM Lebak, kata dia sekira Rp 700 juta per bulan PDAM kehilangan pendapatan.
“Bila abudemen pelanggan Rp 50 ribu saja perbulan pdam kehilangan pendapatan sekira Rp 700 juta perbulan dan bila dihitung satu tahun mencapai Rp 8 miliar lebih. Tentunya, bila ini bisa diatasi PDAM lebak bisa menjadi perusahaan maju,” katanya.
Dia mengatakan, PDAM berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dalam hal melayani kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat Lebak. Mengingat, kata dia PDAM sendiri merupakan muka pemerintah dalam pelayanan penyediaan air bersih/air minum.
“Tingginya tingkat kebocoran air juga menjadi
masalah serius dalam operasional, penanganan kebocoran ini menjadi prioritas utama dalam rencana perbaikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Lebak Gunawan Rusminto mengatakan pentingnya identifikasi dan penyelesaian kendala yang ada demi terciptanya layanan yang lebih baik
bagi masyarakat.
“PDAM menghadapi sejumlah tantangan yang perlu kita selesaikan bersama. Semoga dalam waktu cepat kita dapat menindaklanjuti segala permasalahan-permasalahan yang ada di PDAM. Saya minta Dewan pengawas dan kepala bagian PDAM dapat menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan yang ada di PDAM,” harapnya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











