TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Tangsel didesak untuk menguasai lahan situ yang ada di Kota Tangsel.
Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Pamulang Ade, situ yang ada di Tangsel adalah lahan potensial yang dapat dijadikan berbagai macam kegiatan bermanfaat untuk masyarakat, seperti budidaya ikan, pertanian dan pariwisata.
“Situ itu kan punya tuhan ya, itukan lahan potensial dari berbagai aspek, untuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat bisa digunakan untuk budidaya ikan, pertanian dan pariwisata,” ujar Ade, Selasa 18 Februari 2025.
Menurut Ade, selama ini situ-situ yang ada di Tangsel tidak pernah diurus oleh Pemkot Tangsel, berdalih kewenangannya ada pada Pemerintah Provinsi Banten.
Seharusnya kata Ade, Pemkot Tangsel tetap bertanggung jawab dalam mengelola situ di Tangsel demi kepentingan masyarakatnya.
“Harusnya digunakan Pemkot Tangsel sebagai aset menjadi sebuah kegiatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ade menilai selama ini Pemkot Tangsel pasif dan acuh terhadap situ-situ yang ada di Tangsel. Menurut Ade, baik Dinas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), Dinas Pariwisata (Dispar) maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak pernah memikirkan pengembangan situ yang ada di Tangsel untuk masyarakat.
“DKPPP, DLH dan Dispar tidak pernah menyentuh situ kita. Kan bisa digunakan dengan baik, bisa digunakan sebagai pusat ikan segar, bisa diadakan 1 bulan sekali sambil belanja ikan jadi objek wisata juga,” ujarnya.
Untuk diketahui, Kota Tangsel memiliki 9 situ yang tersebar di sejumlah Kecamatan, diantaranya situ rompong, situ kayu atap, situ bungur, situ legoso, situ parigi, situ ciledug, situ pamulang, situ gintung, situ pondok jagung.
Terpisah Kepala DKPPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan, pihaknya telah menerima masukan agar situ di Tangsel dikelola Pemkot Tangsel.
Yepi menuturkan, pihaknya akan mengajak seluruh pihak berkepentingan membuat konsep untuk memanfaatkan situ-situ di Tangsel untuk periknana dan pertanian.
“Kita tampung masukannya, nanti kita buatkan konsepnya lebih konkret lagi,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











