SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat pemerintah, Yhannu Setyawan, menilai sikut-sikutan calon Sekda Banten maupun antar pejabat tidak akan terjadi bila Pemprov Banten menerapkan suatu mekanisme. Kata dia, hal itu tidak akan terjadi jika design tata kelola kepegawaian maupun output dari punish and reward system sudah dilakukan secara berkelanjutan, transparan, terukur, dan obyektif.
“Design tersebut pada akhirnya, menihilkan dinamika polarisasi kepegawaian, model dukung mendukung baik dari internal birokrasi, kelompok-kelompok sosial masyarakat, para tokoh atau bahkan termasuk dari lingkungan elit politik,” tandas Yhannu.
Kata dia, pada poin tersebutlah, politisasi birokrasi menjadi tidak relevan lagi untuk menjadi isu yang selalu hadir pada masa-masa kebutuhan pengisian jabatan-jabatan tertentu, termasuk jabatan Sekda.
Diketahui, Gubernur Banten, Andra Soni, akan segera mengisi jabatan Sekda Banten.
Proses pengisian panglima ASN itu pun sudah berjalan. Pemprov Banten telah melayangkan usulan kepada Pemerintah Pusat untuk mengisi jabatan eselon I tersebut.
“Saya baru saja mengirimkan surat permohonan izin kepada Kementerian Dalam Negeri untuk memproses Sekda,” ujar Andra.
Kata dia, setelah mengantongi izin, baru ia memilih pejabat yang bakal dicalonkan sebagai Sekda.
Pemilihan Sekda Banten definitif ini akan menggunakan manajemen talenta.
Andra mengatakan, sudah ada sistematika pemilihan Sekda yang menggunakan manajemen talenta.
“Yang harus ditekankan adalah niatan kita agar semua orang punya kesempatan yang sama,” tuturnya.
Ia berharap, semua persiapannya sudah memenuhi persyaratan.
“Sebenarnya sejak saya dilantik, saya sudah minta dilakukan proses persiapan,” ujar Andra.
Saat ini, beredar tiga nama pejabat eselon II di lingkup Pemprov Banten digadang-gadang bakal jadi Sekda Banten definitif.
Ketiga nama itu yakni, Kepala BKD Provinsi Banten yang juga Pj Sekda Banten, Nana Supiana; Sekretaris DPRD Banten yang juga Plt Kepala Bapenda Provinsi Banten, Deden Apriandhi; dan Kepala BPKAD Provinsi Banten yang kini menjabat juga sebagai Komisaris Bank Banten, Rina Dewiyanti.
Editor: Agus Priwandono











