CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan kembali ditunjukkan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon, PLN menyerahkan bantuan pemanfaatan limbah FABA (Fly Ash and Bottom Ash) dan pembangunan green house kepada Kelompok Tani Gren Sulur, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Selasa 4 Juni 2025.
Bantuan yang diserahkan berupa paving block hasil olahan limbah FABA, pupuk organik, serta pembangunan fasilitas green house untuk budidaya melon.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif electrifying agriculture, yang mengedepankan inovasi pertanian berbasis energi listrik.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan paving block, pupuk, dan green house, kami bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Selain itu, kami juga berharap wisata petik melon semakin diminati,” kata Ketua Kelompok Tani Gren Sulur, Fahruroji, kepada Radar Banten.
FABA yang merupakan limbah sisa pembakaran dari pembangkit listrik dimanfaatkan sebagai bahan baku paving block dan pupuk organik. Produk ini kemudian digunakan untuk pembangunan fasilitas pendukung wisata petik melon yang dikelola kelompok tani.
Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan masyarakat.
“Kami ingin mendorong ekonomi sirkular dengan mengolah limbah menjadi produk bermanfaat. Melalui program electrifying agriculture, kami juga mendorong penerapan teknologi pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan,” jelas Eka.
Pembangunan green house juga menjadi bagian penting dalam program ini. Fasilitas tersebut dilengkapi sistem irigasi otomatis dan pengendalian suhu yang seluruhnya menggunakan energi listrik. Teknologi ini diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Camat Purwakarta, Drs. H. Suaidillah, M.Si, turut mengapresiasi langkah PLN.
“Program ini berdampak nyata. Selain mendukung pengelolaan lingkungan, juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi lokal lewat sektor wisata dan pertanian,” ungkap Suaidillah.
Program TJSL PLN kali ini tak hanya mengangkat potensi lokal, tapi juga menjadi contoh konkret pengelolaan limbah yang produktif.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bisa dimulai dari desa, dan ditopang oleh inovasi, kemitraan, dan kepedulian sosial.
Editor: Mastur Huda











