SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua kepala desa dari Kabupaten Serang, Banten, berangkat ke Korea Selatan untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas selama 10 hari. Mereka diharapkan bisa menyerap ilmu dan mereplikasinya agar desa masing-masing menjadi desa percontohan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam pengembangan komunitas berbasis prinsip saemaul undong.
Tercatat ada 11 peserta dari Indonesia, terdiri atas sembilan perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta dua kepala desa asal Kabupaten Serang. Mereka adalah Suheli, Kepala Desa Sindang Heula, Kecamatan Pabuaran, dan Ruhul Amin, Kepala Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Febriyanto, menyambut baik kesempatan yang diberikan kepada kedua kepala desa tersebut.
“Program ini sangat baik. Semoga ke depan semakin banyak kepala desa dari Kabupaten Serang yang bisa ikut sehingga menambah referensi untuk membangun desanya,” ujarnya, Rabu, 3 September 2025.
Febriyanto menegaskan, para kepala desa harus serius saat belajar di Korea. Mereka diminta menyerap ilmu sebanyak-banyaknya agar dapat direplikasi di desa masing-masing.
“Harapannya, dua desa ini bisa menjadi percontohan dari segi tata kelola pemerintahan, pertanian, dan aspek lainnya untuk kemajuan desa,” jelasnya.
Menurutnya, program kerja sama antara Kemendes PDTT dan World Canaan Movement – Canaan Global Leadership Center (WCM-CGLC) sangat positif karena mendorong pengembangan desa.
“Kabupaten Serang menjadi salah satu perwakilan daerah dalam menjajaki kerja sama dan inisiasi pengembangan model desa,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











