SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sejak bulan Januari hingga September 2025, terjadi sebanyak 7 kasus tenggelam di pesisir pantai di Kabupaten Serang.
Kasus laka laut memang sering terjadi, terbaru terjadi pada Rabu 24 September 2025. Korbannya adalah seorang santri asal Sulawesi Selatan bernama Awwalul Yurid Tauhid yang tengah berwnang di Pantai Cibaru, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang. Saat ini korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dari data yang diterima dari BPBD Kabupaten Serang tercatat ada sebanyak tiga orang yang tenggelam di Pantai Cinangka, lalu empat orang lainnya tenggelam di Pantai Anyar.
Dari jumlah tersebut, 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, lalu tiga lainnya berhasil diselamatkan.
Kepala Bidang Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Serang, Rukma Alfiana mengatakan, ada sejumlah faktor yang mengakibatkan banyaknya kasus laka laut diakibatkan karena faktor kelelahan yang menimpa para wisatawan saat berenang di pantai. “Mungkin karena faktor kelelahan, lalu terkadang kalau anak muda ketika berenang itu tidak melihat kondisi, ternyata pas sadar mereka ada di tengah, lalu ketika ombak datang tenaga mereka habis dan akhirnya terbawa oleh ombak,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 25 September 2025.
Ia mengaku, sebenarnya di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Serang sudah ada petugas balawista dan SAR pantai yang sering mengingatkan para pengunjung agar tetap berenang di zona yang aman dan mematuhi jam operasional yang sudah ditetapkan. “Biasanya setiap masuk jam 16.00 hingga 17.00 WIB pengunjung selalu dihimbau, masif oleh para penjaga pantai agar mereka tetap berada di zona aman. Namun biasanya karena keasyikan bermain, anak muda kadang lupa lalu ditambah faktor lelah tadi,” ujarnya.
Ia mengaku, selain ada petugas SAR pantai, ada pula Balawista yang berada dibawah naungan Disporapar Kabupaten Serang yang ikut menjaga pantai-pantai di Kabupaten Serang. Mereka selalu menghimbau dan mengingatkan wisatawan yang tengah berlibur di Pantai. “Jadi upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dengan memberikan himbauan kepada para pengunjung. Sebenarnya pantai di Anyar-Cinangka relatif aman, namun tetap harus berhati-hati saat berwisata, jangan sampai terlena,” ujarnya.
Sejauh ini, berdasarkan informasi yang ia terima, mayoritas pantai di Anyar-Cinangka sudah memiliki Balawista dan tim dari SAR pantai yang menjaga pantai.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











