SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bawa investor asal Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi senilai 10 Juta Dollar AS di Kota Serang.
Investasi tersebut diarahkan pada pembangunan kawasan ekonomi sirkular yang terintegrasi dengan sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan sampah.
Rencana investasi ini diproyeksikan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Selain itu, proyek ini membuka peluang bagi Kota Serang untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan dari luar negeri.
Sekretaris PWNU Banten Ahmad Nuri mengatakan, investasi ini merupakan kolaborasi antara PBNU, investor Amerika, dan para ahli teknologi dari Taiwan.
“Investasi yang masuk ini kerja sama dengan Amerika dan Taiwan. Kebetulan dari sisi teknologinya mereka sangat siap,” ujarnya, Senin 24 November 2025.
Menurut Nuri, ada tiga aspek utama yang akan disiapkan oleh pihak investor, yaitu sumber daya manusia, teknologi, dan permodalan.
Sementara itu, Pemkot Serang bertugas menyediakan regulasi, dukungan kebijakan, dan ketersediaan lahan.
Ia menjelaskan, Pemkot Serang memiliki area pertanian sekitar 400 hektare, dan sebanyak 376 hektare di antaranya dapat digunakan sebagai kawasan ekonomi sirkular.
“Tadinya hanya butuh 100 hektare, tapi Pak Wali menginginkan seluruh 376 hektare itu dimanfaatkan,” katanya.
Nuri mengaku, dirinya turut mendampingi proses penjajakan bersama Wali Kota Serang.
Menurutnya, pemerintah daerah menyambut baik peluang investasi ini dan siap menyiapkan skema kerja sama, termasuk aturan mainnya.
“Asalkan di situ bisa tumbuh ekonomi sirkuler, tentu kita dorong. Ekonomi yang tumbuh dari pertanian, dari pengelolaan sampah, hingga peternakan akan menjadi kawasan terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Editor Daru Pamungkas











