LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Sejumlah petak sawah milik petani di Blok Cipangku, Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, mengalami kerusakan usai tertutup material tanah dan pasir. Kejadian yang berlangsung Minggu 23 November 2025.
Diduga berasal dari aktivitas alat berat milik seorang pengusaha yang beroperasi di kawasan perbukitan dekat area persawahan.
H. Kamran, petani asal Kampung Cikadueun, menjadi salah satu yang paling terdampak. Ia mengaku baru menanam padi beberapa hari lalu, namun seluruh tanamannya rusak akibat bongkahan tanah yang mengalir dari area galian.
Kondisi tersebut membuat lahannya tak bisa digunakan dalam waktu dekat.
“Sawah saya tertutup limbah tanah dari pengurugan yang pakai beko dan dozer. Padi baru tanam langsung rusak,” ungkap Kamran saat ditemui di lokasi, pada Senin 24 November 2025.
Ia menyebut sedikitnya enam kotak sawah miliknya terkena dampak. Dari jumlah itu, dua petak tidak bisa ditanami kembali karena tertimbun lumpur cukup dalam.
“Yang tidak tertutup total cuma dua kotak. Sisanya sudah sulit dipakai,” tuturnya.
Menurut Kamran, kerusakan tidak hanya terjadi pada sawahnya. Sawah milik H. Saca dan Rukman, yang berada di kawasan yang sama, turut terdampak.
Ia khawatir, jika tidak segera ditangani, kerusakan akan merembet ke petak sawah lainnya.
“Kalau dibiarkan, sawah-sawah di sini bisa hancur semua,” katanya.
Kamran menuturkan, permasalahan ini mulai muncul sejak adanya aktivitas galian tanah di area perbukitan tersebut.
Aliran tanah dari kegiatan alat berat diduga mengalir ke arah persawahan yang berada di bawahnya.
“Dulu tidak seperti ini. Sejak ada galian, sawah jadi sering tertutup tanah,” ujarnya.
Ia mengaku telah mencoba menyampaikan keluhan kepada pemilik lahan melalui musyawarah di kantor desa. Namun hingga kini belum ada penyelesaian.
“Katanya mau diselesaikan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” keluhnya.
Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Selain kehilangan tanaman, lahan yang tertutup tanah membuat Kamran harus menunda proses tanam hingga kondisi kembali normal.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











