PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menyiagakan pos pelayanan kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Selain itu layanan mobil ambulance disiagakan untuk mengantisipasi kegawatdaruratan medis diluar fasilitas kesehatan.
Petugas Posko Kesehatan Nataru di Kadubanen, Pandeglang, Ati Nurhayati mengatakan, posko kesehatan berfungsi untuk memberikan pelayanan medis dasar kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas.
“Dengan adanya posko kesehatan ini, kami melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Untuk kasus-kasus ringan seperti pingsan, kelelahan, atau keluhan kesehatan ringan, dapat langsung ditangani di posko,” kata Ati Nurhayati, Jumat 26 Desember 2025.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Kalau memang kondisinya lebih berat, tentu langsung kami rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih besar,” katanya.
Setiap posko kesehatan dijaga oleh enam tenaga kesehatan yang terbagi dalam dua sif. Pada shift pertama terdapat tiga petugas, demikian pula pada shift kedua. Selain itu, terdapat satu petugas tambahan yang bertugas melakukan monitoring.
Ati menyebutkan, hingga hari kedua pelaksanaan posko Nataru, belum ada laporan kejadian menonjol seperti kecelakaan serius.
“Karena masih awal, laporan kejadian belum ada. Namun kami tetap siaga dan berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Jika terjadi kejadian luar biasa, kata Ati, tim posko akan langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama sebelum dilakukan rujukan bila diperlukan.
Menjelang puncak arus libur Tahun Baru, Ati memperkirakan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan posko kesehatan akan meningkat. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kasus yang paling sering ditangani di posko kesehatan Nataru antara lain kecelakaan lalu lintas, kelelahan, demam, serta pengendara yang mengalami pingsan.
“Kebanyakan karena kelelahan atau kecelakaan ringan. Biasanya kami lakukan penanganan awal, observasi, dan jika sudah membaik, mereka bisa melanjutkan perjalanan,” jelasnya.
Ati juga mengimbau masyarakat dan para pengendara agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan libur Nataru.
“Sarapan sebelum berangkat, jaga kondisi tubuh, dan jangan memaksakan diri jika kondisi badan atau cuaca kurang baik. Utamakan keselamatan agar bisa sampai tujuan dengan sehat dan selamat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











