CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengajak Al-Khairiyah berkolaborasi dalam pengembangan program desa ekspor, desa wisata, hingga desa tematik melalui sinergi bersama Kementerian Desa.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Syiar Ramadhan Al-Khairiyah (Syiramah) di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurut Yandri, saat ini terdapat sekitar 74 ribu desa di Indonesia dengan beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Ia menilai kampus, termasuk Universitas Al-Khairiyah, memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya pengusaha muda berbasis desa.
“Program kami banyak dan Insya Allah ada yang bisa kita kerjasamakan dengan kampus Universitas Al-Khairiyah. Kita sekarang banyak menciptakan pengusaha-pengusaha muda,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa dan alumni Al-Khairiyah untuk terlibat sebagai pelaku usaha desa, baik dalam pengembangan produk ekspor maupun penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saya berharap mahasiswa Al-Khairiyah, tidak peduli apapun jurusannya, karena sekarang jamannya para pengusaha muda bangkit,” tegasnya.
Yandri mencontohkan sejumlah desa yang berhasil menembus pasar ekspor, seperti gula aren yang dipasarkan ke Belanda, Malaysia, dan Australia.
Selain itu, terdapat pula program desa jagung, desa lele, desa nila, hingga desa ayam petelur yang terintegrasi dengan program nasional penguatan ekonomi desa.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, Ali Mujahidin, menyampaikan bahwa kegiatan Syiramah telah berjalan sejak 2011 dan terus berkembang setiap tahun.
“Mulai dari tahun 2011 dan sudah 9.000 peserta, 820 masjid sudah dikunjungi,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











