PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – STKIP Syekh Manshur menggelar kegiatan Seminar Pendidikan dan Bedah BukU di Aula Kampus, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan STKIP Syekh Manshur mengusung tema Bedah Buku, Bedah Wawasan, Pendidikan Bermartabat Berlandaskan Kuat.
Kegiatan itu menjadi ruang diskusi akademik yang menyoroti pentingnya budaya literasi, pendidikan bermartabat, serta tantangan dunia pendidikan di era digital.
Kegiatan diskusi diikuti mahasiswa semester dua hingga semester enam dari berbagai program studi di STKIP Syekh Manshur.
Selain itu, seminar juga dihadiri mahasiswa dari luar kampus, pelajar, civitas akademika, serta tamu undangan dari sejumlah perguruan tinggi di Banten.
Turut hadir dosen dan akademisi dari FKIP Untirta dan Universitas Mathla’ul Anwar yang ikut memberikan dukungan terhadap penguatan budaya literasi dan pengembangan pendidikan yang bermartabat.
Ketua Yayasan Syekh Manshur, Dr Kosasih menegaskan, bahwa pendidikan harus mampu menjaga kualitas dan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik saja. Tetapi juga harus membangun etika, moral, dan budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa,” katanya, Jumat, 15 Mei 2026.
Kosasih menerangkan, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki wawasan luas, karakter kuat.
“Serta mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Seminar yang digelar menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. H. Fadhullah, Eka Rosdianwinata, dan Dr. H. Masrupi.
Ketiganya membahas berbagai persoalan pendidikan, penguatan budaya literasi, hingga tantangan dunia pendidikan di era digital.
Para narasumber menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan kemampuan berpikir kritis di lingkungan akademik.
Pendidikan dinilai perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai moral dan karakter bangsa.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga mampu mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya pendidikan yang kritis, bermartabat, dan berlandaskan budaya literasi,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











