CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang pelaksanaan Muktamar XI Al-Khairiyah, Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah melakukan audiensi dengan Gubernur Banten, Andra Soni, guna memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pengembangan pendidikan hingga dukungan terhadap pelaksanaan muktamar.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Gubernur Banten pada Selasa, 9 Juni 2026, itu menjadi momentum bagi PB Al-Khairiyah untuk menyampaikan apresiasi atas berbagai program Pemerintah Provinsi Banten.
Salah satunya terkait pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui skema creative finance yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi daerah.
PB Al-Khairiyah juga mengapresiasi kebijakan Pemprov Banten yang menambah program beasiswa bagi siswa Madrasah Aliyah.
Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan dan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Banten untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain membahas sektor pendidikan, pertemuan tersebut turut digunakan untuk mensosialisasikan persiapan pelaksanaan Muktamar XI Al-Khairiyah yang akan menjadi agenda besar organisasi.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni menyambut baik rencana penyelenggaraan Muktamar XI Al-Khairiyah.
Ia menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi yang selama ini berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Tak hanya itu, Gubernur Banten juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan muktamar.
Bahkan, ia menyatakan akan mengupayakan kehadiran Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap Al-Khairiyah.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar XI Al-Khairiyah, Sayuti Zakaria, mengatakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten menjadi suntikan semangat bagi seluruh panitia.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dan dukungan yang diberikan oleh Bapak Gubernur Banten. Dukungan ini menjadi energi positif bagi seluruh panitia untuk mempersiapkan Muktamar XI Al-Khairiyah secara maksimal,” ujarnya.
Menurut Sayuti, Muktamar XI Al-Khairiyah diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.
Editor: Agus Priwandono











