SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua jemaah haji asal Kabupaten Serang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Keduanya berasal dari Kloter 6 dan Kloter 14.
Dua jemaah haji tersebut berasal dari Kecamatan Carenang dan Kecamatan Cikeusal. Keduanya dimakamkan di Makkah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Serang, Abdul Hakim, menyebut, kedua jemaah haji yang meninggal dunia adalah Sukri (61), asal Carenang dari Kloter 6. Jemaah tersebut meninggal dunia di Arafah saat musim Armuzna.
“Ia wafat setelah berwudhu dan hendak Salat Zuhur. Tim kesehatan haji Indonesia menyatakan, penyebabnya adalah komplikasi jantung, darah tinggi, dan diabetes. Hajinya telah dibadalkan,” katanya, Selasa, 9 Juni 2026.
Lalu, jemaah lainnya yang meninggal dunia Muhyiddin (62), asal Kecamatan Cikeusal, yang tergabung dalam Kloter 14. Ia meninggal karena mengalami sakit jantung dan dimakamkan di Tanah Suci.
“Secara keseluruhan kondisi jemaah haji dalam kondisi baik, ada dua yang meninggal dunia. Saat ini masih ada dua kloter yang belum pulang,” ujarnya.
Abdul menuturkan, dua kloter jemaah haji sudah pulang ke Tanah Air dan tiba di Kabupaten Serang.
Pada kepulangan jemaah haji Kloter 6, terdapat insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan.
Abdul mengatakan, peristiwa tabrakan beruntun terjadi saat konvoi bus jemaah haji melaju di tol. Bus ketiga menghindar karena ada kucing di jalan, lalu bus keempat mengerem mendadak. Bus kelima menabrak bus di depannya, disusul bus keenam yang menabrak bus kelima.
“Kerusakan paling parah ada di bus kelima. Ada dua jemaah yang terluka adalah pasangan suami istri, Hilmi dan Unainah, asal Kecamatan Petir,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono









