CILEGON – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muchtar Gozali mengimbau agar para peserta didik tingkat SMA sederajat tidak melakukan coret-coretan pakaian seragam sekolah serta tidak melakukan konvoi dengan menggunakan kendaraan di jalanan untuk menyambut kelulusannya di tahun ini.
“Ini sudah menjadi komitmen Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, dan juga tenaga pendidik di sekolah, serta masyarakat di Kota Cilegon. Kita tidak berharap para peserta didik meluapkan kegembiraan kelulusannya dengan rambut dipilok (diwarnai,-red), baju dicorat-coret serta konvoi keluar yang bisa mengundang keributan,” kata Muchtar, Rabu (13/4/2016).
Dijelaskan Muchtar, saat ini sudah tidak zamannya lagi para peserta bersikap demikian. “Kita juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jam pulang anak-anaknya serta melarang memberikan kendaraan untuk digunakan anaknya ketika kelulusan,” katanya.
Lebih lanjut, ungkap Muchtar, langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Cilegon untuk menghindari hal serupa dari peserta didik adalah dengan memfasilitasinya dengan menggelar panggung acara di halaman sekolah.
“Pendidikan tidak bisa melakukan ancam mengancam, seperti kalau konvoi akan ditangkap pihak Kepolisan, paling kita hanya memberi arahan kepada mereka jangan seperti itu kalau mau masa depan tidak suram. Karena kita menginginkan para murid kita masa depannya cemerlang,” jelasnya.
Muchtar juga berencana akan memasang spanduk di lokasi sekolah saat pengumuman kelulusan. “Nanti kalau mereka mau coret-coretan, ya silahkan di spanduk yang telah kita siapkan, terserah di spanduk itu mereka mau mencoret dengan mengkritik para guru atau Dinas Pendidikan,” katanya.
Dijelaskan Muchtar, untuk pengumuman kelulusan tingkat SMA sederajat akan jatuh pada akhir bulan Mei 2016. (Riko)










