Otong Jaelani (kiri) dan Abdul Azis QN usai pemilihan ketua IKAT di Pondok Pesantren Turus, Minggu (23/4).

PANDEGLANG – Abdul Azis QN secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Turus (IKAT) pada acara Silaturrahim IKAT di Pondok Pesantren Turus, Pandeglang, Minggu (23/4). Alumni angkatan tahun 1994 itu akan memimpin organisasi alumni selama lima tahun hingga 2022.

Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah perwakilan alumni setiap angkatan memberikan pendapat dan memunculkan nama alumni yang layak memimpin IKAT. Mayoritas menyebutkan nama Abdul Azis. Meski begitu, ada juga yang berpendapat agar ketua IKAT ditunjuk langsung dan menjadi kewenangan Mudir Pondok Pesantren Turus KH Tb Dahlani Idrus.

Mudir sekaligus pengasuh menyepakati mayoritas suara dari perwakilan setiap angkatan. Azis akhirnya ditetapkan sebagai ketua IKAT menggantikan Otong Jaelani, yang memimpin IKAT periode 2007-2012 dan 2012-2017.

Acara silaturrahim dan pertemuan alumni merupakan bagian dari rangkaian peringatan haul KH Tb Moh Idrus bin KH Tb Moh Ma’ruf, pendiri Pondok Pesantren Turus, yang digelar sejak Rabu (19/4) hingga Minggu (23/4). Acara lainnya yaitu khitanan massal, ziarah dan pengajian, tahlil, ekspo kreativitas santri, dan pentas seni.

Mudir Pondok Pesanten Turus KH Tb Dahlani Idrus mengungkapkan, pertemuan alumni ini dihadiri mulai dari alumni sepuh tahun 50-an hingga tahun 2016. Ia mengucapkan terimakasih kepada alumni yang telah hadir dan mendoakan pendiri pesantren.

Baginya, haul dan pertemuan alumni kali ini sangat spesial dan sebagai tahun emas. “Pondok Pesanten Turus berdiri tahun 1942 dan haul pendiri, KH Tb Moh Idrus bin KH Tb Moh Ma’ruf yang ke-42,” ungkapnya.

Mudir Pondok Pesanten Turus KH Tb Dahlani Idrus (tengah) bersama perwakilan alumni usai pemilihan ketua IKAT.

Ia mengungkapkan, pendiri pesantren mendirikan pondok dengan semangat gotong royong dan membangunnya dengan semangat gotong royong pula. Awal didirikan ada puluhan kobong dari bilik bambu dan atap rumbia, hingga kini terus berkembang. Setelah pendiri wafat tahun 1975, pengelolaannya diteruskan oleh para anak-anaknya.

“Sekarang saya yang diberi amanah menjadi mudir sekaligus pengasuh,” ungkapnya. Untuk pengelolaan pesantren, lanjut dia, saat ini dibantu oleh H Tb Encep Qosasih (putra almarhum KH Tb A Quaisjini Idrus) dan KH Tb M Anas (putra almarhum KH Tb Moh Hasyim).

Setelah terpilih menjadi ketua IKAT, Abdul Azis QN mengharapkan dukungan dari semua alumni untuk bersama sama memberikan kontribusi yang nyata untuk almamater. “Ayo kita sama-sam bahu membahu dengan giroh yang tinggi dan kita jadikan IKAT sebagai organisasi kuat yang mampu melakukan terobosan baru baik di bidang SDM, ubudiahnya, ekonominya, maupun di bidang lain,” ungkap anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sebelumnya, Otong Jaelani mengungkapkan bahwa sumber daya alumni sangat besar untuk kemajuan pesantren. Ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia juga mempunyai kontribusi nyata bagi daerahnya masing masing. Pesantren Turus ini memiliki misi dan visi menciptakan generasi yang istiqomah dalam beribadah, berakhlak, berilmu, dan beramal saleh di lingkungannya. (Aas)