Abdul Ghofur Batal Jadi Dewan

Abdul Ghofur menyatakan keberatan atas penetapan anggota DPRD di Hotel Horison Forbis, Sabtu (10/8). Foto Rozak/Radar Banten

SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang menetapkan 50 anggota DPRD Kabupaten Serang terpilih melalui Pileg 2019. Salah satu caleg terpilih, yakni Abdul Ghofur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan (dapil) 1 batal menjadi wakil rakyat periode 2019-2024 lantaran tersandung pelanggaran kampanye.

Sekadar diketahui, sebelumnya pengadilan menetapkan Ghofur bersalah dan divonis tiga bulan hukuman lantaran menggelar kampanye di tempat ibadah. Meski begitu, Ghofur tidak menjalani kurungan penjara. Namun, KPU akhirnya menetapkan Abdul Kholiq yang memeroleh suara terbesar kedua menggantikan posisi Ghofur.

Setelah penetapan 50 anggota DPRD dibacakan KPU, Ghofur yang menghadiri acara menyatakan keberatan dalam forum. Ia meminta, proses penetapan anggota DPRD ditunda. Terutama, untuk caleg dapil 1 dari Fraksi PKB. “Saya menyatakan menolak penuh terhadap keputusan dari KPU RI,” tukasnya.

Ghofur meminta KPU dan Bawaslu mengkaji ulang penetapan tersebut. Jika tidak, ia mengancam akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. “Saya juga akan melaporkan kepada Komnasham. Karena ini (pembatalan-red) sudah mengambil hak saya sebagai anggota DPRD terpilih,” ancamnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, keputusan tidak meloloskan Ghofur sebagai anggota DPRD merupakan amanat KPU RI. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi bersama KPU RI dan KPU Provinsi Banten terkait persoalan yang menimpa Ghofur. “Kemudian keluar keputusan 998 dari KPU RI (soal pembatalan Ghofur jadi anggota DPRD-red), ya harus kami laksanakan,” tegasnya.

Dijelaskan Abidin, pertimbangan KPU RI tidak meloloskan Ghofur karena sudah ada putusan inkrah dari pengadilan. Putusan pengadilan disebut sebagai pidana pemilu. Dasarnya Undang-Undang Nomor 7 dan Peraturan KPU (PKPU). Kendati demikian, Abidin mempersilahkan Ghofur menempuh jalur lainnya terkait keputusan tersebut. Abidin juga memberikan waktu sanggahan untuk pihak Ghofur selama tujuh hari. “Silakan melakukan upaya lainnya, itu hak Pak Ghofur,” ujarnya.

Terkait itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Yadi mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian terkait keputusan pembatalan Ghofur menjadi anggota DPRD. “Nanti hasil kajian akan kita sampaikan kepada KPU hari Senin (hari ini-red),” katanya. (jek/zai/ags)