ABK Tewas Tersambar Tambang Kapal

0
924 views
Petugas kepolisian memasang garis polisi di TKP kecelakaan kerja ABK kapal yang tersambar tali tambang kapal yang putus, di Dermaga II, Pelabuhan Merak Kota Cilegon, Selasa (28/7).

CILEGON – Kecelakaan kerja terjadi di atas kapal ferry KMP Mutiara Persada, Selasa (28/7). Satu Anak Buah Kapal (ABK) milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) itu tewas tersambar tali tambang kapal yang putus.

Selain korban tewas, satu ABK lagi mengalami luka-luka. Dua korban itu dilarikan petugas ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, kecelakaan kerja itu terjadi, Selasa (28/7), sekira pukul 03.00 WIB. Saat itu, KMP Mutiara Persada bersandar di Dermaga II Pelabuhan Merak.

Setelah kapal sandar, korban bernama Dimas hendak memasang tali untuk mengikat kapal KMP Mutiara Persada di bagian buritan. Nahas, pada saat bersamaan tali yang telah terpasang putus akibat ombak yang besar.

Tali itu pun mengenai kepala dan leher korban sehingga mengalami luka-luka, leher patah, rahang patah, telinga mengeluarkan darah, pelipis sebelah kiri sobek sampai dengan kening.

Selain mengenai Dimas, tali pun mengenai Albi Aulia sehingga mengalami luka memar di bagian paha. Keduanya pun sekira pukul 04.00 WIB dibawa ke RSKM Cilegon.

Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Budi Susanto membenarkan jika terdapat dua orang ABK kapal yang mengalami kecelakaan kerja. Namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologis peristiwa tersebut.

“Korban yang meninggal, meninggal di rumah sakit. Saat itu alur ombak sangat kuat, yang menyebabkan tali kapal putus,” ujarnya.

Budi menegaskan bahwa manajemen perusahaan akan bertanggung jawab secara penuh kepada kedua korban yang mengalami kecelakaan kerja diatas kapal.

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak selaku operator Pelabuhan Merak Hasan Lessy mengaku hingga pukul 14.00 WIB belum mengetahui informasi tersebut. “Saya belum dengar, belum terima laporan,” kata Hasan.

Dia mengaku belum dapat berkomentar mengenai peristiwa tersebut. (bam/nda)