ACT Banten-Saung Inggris Kanguru Kerja Sama Global Kurban

0
1.100 views
Tim ACT Banten saat berkunjung ke Saung Inggris Kanguru di Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Kamis (2/7).

PANDEGLANG – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten berkunjung ke Saung Inggris Kanguru di Kampung Babakan, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Kamis (2/7). Kedatangan tim ACT Banten ini untuk mengajak Saung Inggris Kanguru berkolaborasi dalam program Global Kurban – ACT penyaluran hewan qurban untuk Idul Adha 1441H.

Program kolaborasi ini diharapkan memudahkan masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban di tengah pandemi Covid-19 dan memaksimalkan penyampaian kurban kepada pihak-pihak yang paling membutuhkan. Branch Manager ACT Banten Ais Komarudin mengatakan, tidak hanya disalurkan di 34 provinsi di Indonesia, daging kurban juga akan disampaikan ke wilayah konflik, bencana dan keadaan prasejahtera di 50 negara.

Sukmajaya, selaku bagian program ACT Banten menyampaikan, bahwa ACT juga mempunyai program dukungan terhadap perempuan dan ibu rumah tangga yang menyokong ekonomi keluarga dengan usaha mikro yang dinamakan Sahabat UMI (Usaha Mikro Indonesia). “Menyadari bahwa ibu adalah pahlawan di sepanjang hidup kita, kuat dan tangguhnya para ibu dalam menghadapi tantangan dan ujian kehidupan tak perlu dipertanyakan, ACT melalui Sahabat UMI hadir untuk membantu usaha mikro Ibu dan perempuan, dan mengajak elemen masyarakat agar membantu ikhtiar mereka dengan bantuan terbaiknya,” katanya seperti rilis yang diterima Radar Banten, Kamis (2/7).

Founder Saung Inggris Kanguru, Abbadi Said Thalib, mengucapkan terima kasih atas kunjungan ACT Banten. “Kami menyambut baik tawaran kerja sama program ini sehingga kami bisa turut menjadi bagian dari #AksiBantuIndonesia. Kita melihat bahwa untuk menghadapi guncangan ekonomi ini jelas kita harus bergandengan tangan dengan siapapun termasuk dengan para pegiat sosial,” katanya.

Kata dia, gotong-royong adalah ciri khas bangsa sebagai tradisi luhur yang harus dilestarikan sehingga tradisi tersebut tidak hilang termakan zaman. “Dengan kerja sama ini kita dapat saling membantu meringankan beban saudara-saudara kita di belahan dunia tak terlepas di Indonesia. Ini adalah momentum terbaik kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita karena Idul Adha tahun ini akan berbeda dengan sebelumnya,” katanya. (alt)