Ada Ancaman Boikot, Pra-PON Sepak Bola Terancam Tak Digelar

Bola
Ilustrasi/ Inet

SERANG – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Banten hingga saat ini belum memutuskan apakah akan ambil bagian di babak kualifikasi PON XIX Jawa Barat 2016 yang rencananya digelar di Jawa Barat pada 20-30 Maret. Hal itu lantaran hingga saat ini Asprov PSSI Banten belum menerima kepastian dari PSSI Pusat.

Bahkan belakangan ini muncul permasalahan baru yang berbuntut ancaman boikot Pra-PON oleh berberapa Asprov. Bila Pra-PON diboikot, cabang olahraga (cabor) terpopuler di tanah air terancam tidak dipertandingkan di PON XIX Jawa Barat 2016.

Ketua Umum Asprov PSSI Banten Fahmi Hakim mengaku, hingga saat ini belum bisa mengambil keputusan terkait keikutsertaan kesebelasan Banten di Pra-PON. “Kita tunggu kejelasan dari PSSI Pusat. Kita hanya akan mengacu kepada yang tersurat, bukan yang tersirat. Omongan sekarang tidak bisa dipegang karena sewaktu-waktu bisa berubah. Harus jelas apa yang menjadi hak dan kewajiban. Kalau hanya sebatas omongan doang, tanpa ada hitam di atas putih, kami tidak berani mengambil sikap,” kata Fahmi, Kamis (11/2/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Dikatakannya, beberapa provinsi juga belum mengambil sikap. “Saya terus berkomunikasi dengan teman-teman dari Asprov lain seperti Papua dan Kalimantan. Mereka juga tidak mau gegabah. Bahkan, ada yang bilang boikot saja Pra-PON biar enggak dipertandingkan di PON nanti. Masalahnya bukan karena ketidakjelasan dari PSSI Pusat dan Kemenpora saja, tapi ada masalah lain di antaranya hasil Pra-PON di wilayah Sumatera tetap diakui. Sementara, di daerah lain digugurkan dan harus diulang. Kalau seperti ini kan tambah runyam masalahnya. Bisa jadi Pra-PON diboikot kalau banyak Asprov yang tidak ambil bagian di Pra-PON nanti,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Itu belajar dari pengalaman sebelumnya yang mana Pra-PON batal digelar sebanyak dua kali lantaran terjadi kekisruhan antara PSSI dan Kemenpora. “Kami tidak ingin Pra-PON gagal digelar lagi. Banyak kerugian yang timbul akibat Pra-PON gagal dilangsungkan. Harus ada kepastian yang pasti lah dari Pusat,” ujarnya.

Namun, pihaknya tetap berharap ada titik terang untuk mengurai benang kusut agar Pra-PON bisa digelar. “Kalau tidak menemui titik terang juga, kita tidak akan ikut Pra-PON. Kita akan perjuangkan futsal agar bisa menggantikan sepak bola tampil di PON nanti,” tandas Fahmi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Banten Yono Wirangga menyatakan, Banten akan mengambil sikap apabila PSSI Pusat atau Kemenpora sudah memerinci secara detail kebutuhan Pra-PON. “Dalam surat yang dikirim panitia Pra-PON menyatakan biaya akomodasi dan transportasi Pra-PON ditanggung Kemenpora. Tapi, detailnya berapa dan lainya belum ada. Kita masih menunggu perinciannya,” ucapnya. (RB/dre/air/dwi)