Ada Apa dengan Dangdut Pantura? (Bag 1)

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Perceraian pasangan suami istri karena beda prinsip, itu sudah banyak terjadi. Tapi pada kasus pasangan Mince (24) dan Tobol (45), karena perbedaan aliran musik. Mince yang masih berjiwa muda menyukai lagu-lagu K-Pop asal Korea. Sementara Tobol si tua bangka keranjingan lagu-lagu dangdut pantura. Hobbbaah!!

Orang-orang terdekat Mince sejak awal memang memandang pasangan ini tidak cocok satu sama lain. Dilihat dari perbedaan usia yang terlalu jauh pun, sudah nampak domplangnya. Namun pada mulanya, Mince bangga telah menjadikan Tobol sebagai suami. Ia tidak kuasa manahan karisma Tobol yang begitu dahsyat. “Mas Tobol itu berhasil curi hati saya. Dia pintar bikin saya memikirkan dia terus-menerus. Pokoknya dari pertama bertemu, saya langsung jatuh cinta kepadanya,” kata Mince.

Hmmm, langsung jatuh hati sejak pertama bertemu. Tidak kuasa memikirkan Tobol terus menerus, mirip-mirip dipelet ya, ups. “Ada yang bilang sih, curiga dipelet Mas Tobol. Iya kali, orang saya langsung cinta dari pertama ketemu,” ujar Mince.

Namun di luar dari persoalan hal gaib, karakter Tobol yang tegas memang menjadi daya tarik tersendiri. Suaranya yang tegas dan mulutnya yang pintar bercanda membuat Mince tidak kuasa menahan hatinya untuk Tobol. “Kalau sedang dengan Mas Tobol, hidup seperti lengkap. Selalu tertawa, sekaligus merasa ada yang melindungi. Mas Tobol itu cowok banget,” tuturnya.

Pertemuan pertama mereka terjadi pada 2008 lalu. Ketika itu Mince tengah berjaga di warung kopi milik orangtuanya. Supir truk kelontongan ini datang membeli kopi. Setelah melihat kecantikan Mince, tidak hanya kopi, namun Tobol pun ingin membeli pembuat kopinya.

Karenanya, Tobol jadi rajin nongkrong di warung kopi Mince. Si tua keladi yang nyatanya punya istri di mana-mana ini, menggoda Mince untuk menjadi pacarnya. “Awalnya saya malas, sebab dia kan tua banget. Tapi lama-kelamana kok sayanya jadi mau. Apalagi Mas Tobol pintar bercanda,” terangnya.

Tobol berhasil mencuri hati Mince, bahkan ia pun terang-terangan menyatakan ketertarikannya itu kepada kedua orangtua Mince. Respons ayah dan ibu Mince cukup baik, karena itu tanpa mengulur waktu, Tobol melamar Mince untuk menjadi istrinya.

Lamaran diterima, Mince dan Tobol kemudian naik ke pelaminan. Acara resepsi tidak begitu meriah, namun Tobol menyediakan anggaran agar ada dangdutan di penghujung resepsi. Tak tung tak tung, dangdut koplo meramaikan pernikahan pasangan ini. Atraksi-atraksi sensual diperlihatkan para biduan, saweran uang puluhan ribu pun bertebaran di atas panggung.

Sekira pukul 23.30 WIB, dangdutan di halaman rumah Mince selesai. Namun tidak untuk Tobol, ia menyetel lagu dangdut pantura dari dalam kamarnya. Ia sengaja membawa radio tape dengan kaset dangdut pantura bajakan di dalamnya untuk menemani malam pertama bersama Mince.

Lalu bagaimana perasaan Mince saat malam pertama itu? Dia pening tujuh keliling karena tidak tahan mendengar lagu-lagu dangdut pantura itu. “Secara gitu. Saya ini senang K-Pop, disodori dangdut pantura ya jelas enggak nyambung,” tuturnya.

Namun ketika malam pertama, Mince tidak terlalu mengeluh. Sebab katanya, lagu pantura membuat permainan Tobol benar-benar luar biasa. Mince yang awalnya ketakutan karena akan dibelah, jadi sangat menikmati. Katanya, foreplay alias pemanasan Tobol disertai dangdut pantura membuatnya seperti sedang melayang. Bersambung…