Ada Isu Harga Rokok Naik, Banyak yang Beralih ke Rokok Elektrik

SERANG – Isu kenaikan harga rokok yang akhir-akhir ini sedang hangat jadi perdebatan, membuat para perokok konvensional aktif mulai beralih untuk mencoba rokok elektrik atau biasa disebut vape.

Rokok elektrik sendiri memang jenis rokok yang berbeda dengan rokok berbahan dasar daun tembakau padat, namun rokok elektrik ini menggunakan alat vaporizer dan liquid yang kemudian diubah menjadi uap.

“Untuk berbicara dampak kenaikan harga rokok dengan harga rokok elektrik sebenarnya tidak berpengaruh. Kami kan rokok berjenis uap dan berbeda produksinya. Tapi mungkin untuk peningkatan pengguna rokok elektrik akan bertambah,” kata founder King Vapor, Ary Trianto, Selasa (23/8).

Saat ini para pencinta rokok elektrik masih dari kalangan masyarakat menengah atas, karena harga vaporizer belum dapat dikatakan murah atau dapat dijangkau masyarakat menengah bawah, untuk pengisian varian liquid juga masih terbilang cukup mahal.

“Untuk alatnya sendiri harganya bervariasi, antara Rp750 ribu sampai Rp2 juta. Dan untuk sekali pengisian liquid, kami banderol dengan harga Rp90 ribu sampai Rp300 ribu,” ujarnya.

Namun rokok elektrik, ia mengklaim, memiliki keunggulan yang lebih baik dibanding rokok yang berbahan dasar daun tembakau padat. “Kalau rokok yang biasa itu terdapat kandungan TAR-nya. Namun kalau rokok elektrik ini bebas dari kandungan TAR. Karena yang mereka hisap liquid yang banyak varian rasanya. Rokok elektrik juga lebih mampu bertahan lama,” ungkapnya.

Rokok elektrik memiliki dua karakter untuk varian rasa di antaranya creamy dan fruity. Untuk creamy yaitu lebih kepada rasa cake atau rasa ice cream dan untuk fruity yaitu lebih cenderung murni buah-buahan.

“Mayoritas para vapers jika memilih liquid fruity, kebanyakan akan minta dicampur dengan mint atau menthol. Dan dominan bagi para vapers lebih memilih liquid yang rasa creamy,” ucapnya.

King Vapor yang berlokasi di Ruko Komplek Bumi Agung Permai 1, Kota Serang, yang buka setiap harinya dari pukul 11.00 sampai 23.00, menjadi salah satu tempat favorit para vapers.

“Pengunjung di sini mayoritas para community vapers. Di antaranya para remaja dan orang tua,” ucapnya. (Wirda)