Ada Masalah Darurat, Teleponlah 112

SERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang pada Januari 2019 mengaplikasikan layanan nomor tunggal panggilan darurat 112. Layanan ini hasil kerja sama Pemkot dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Saat ini kami sedang mempersiapkan infrastruktur dan SDM (sumber daya manusia-red),” jelas Plt Kepala Diskominfo Kota Serang W Hari Pamungkas kepada Radar Banten, Senin (3/12).

Hari menerangkan, layanan kegawatdaruratan itu akan terpusuat di Command Center Diskominfo di Taman K-3, Ciceri. Melalui nomor itu, masyarakat dapat menyampaikan semua yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Kata dia, setiap daerah yang sudah mempunyai tombol kegawatdaruratan biasanya memiliki muatan lokal dan kearifan lokal tersendiri. “Untuk di Kota Serang sendiri belum dipastikan apa saja OPD (organisasi perangkat daerah-red) yang terhubung. Namun, yang pasti ada Dinkes (Dinas Kesehatan-red) dan Satpol PP,” terangnya.

Ia mengaku, masyarakat dapat mengakses tombol 112 bebas pulsa selama 24 jam dan tujuh hari dalam sepekan. Bahkan, tombol itu dapat diakses melalui nomor darurat yang ada di telepon genggam.

Sebagai persiapannya, Hari mengatakan, pihaknya akan mengirim delapan orang untuk mengikuti pelatihan bersertifikat. Sebelum diluncurkan, Walikota Serang akan membuat memorandum of understanding (MoU) terlebih dahulu dengan Kemenkominfo. Selanjutnya, Diskominfo juga melakukan MoU dengan vendor yang ditunjuk Kemenkominfo. “Insya Allah Januari sudah bisa berjalan dan masuk dalam 100 hari program kerja walikota dan wakil walikota terpilih,” tuturnya.

Wakil Walikota Serang terpilih Subadri Usuludin mengatakan, 112 atau emergency call ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pertolongan. Melalui nomor itu, masyarakat juga dapat meminta bantuan terkait ambulans yang akan dikirim beserta perawatnya. “Itu gratis. Masyarakat cukup telepon saja,” tegasnya.

Kata dia, hal ini sebagai bentuk pelayanan dari Pemkot kepada masyarakat secara cepat. Ia juga akan memantau efektivitas tombol kegawatdaruratan tersebut agar semua masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Namun untuk ketersediaan armada ambulans, Subadri mengaku pihaknya hanya mengandalkan unit yang ada pada Dinkes saja. “Ke depan, apabila anggaran mencukupi, kami akan sesuaikan,” tuturnya. (Rostinah/RBG)