Ada Setan dan Siluman di Kemanisan Umbul

0
1.089 views

CURUG – Sehat dan Aman (Setan) serta Situasi Lingkungan Aman (Siluman) telah digulirkan di Lingkungan Kemanisan Umbul, RT 07 RW 03, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, sejak pekan lalu. Warga di kampung ini sukarela melaksanakan dua program tersebut. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan rumah masing-masing.

Setan dan Siluman menjadi program unggulan Kemanisan Umbul menghadapi Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020. Setiap hari Jumat, kedua program ini dilaksanakan. Pada Jumat, tanggal 6 dan 13 Maret, warga membersihkan bagian depan rumahnya dari sampah dan rumput liar. Sistem keamanan lingkungan (siskamling) di perkampungan ini juga dihidupkan kembali. Dan kemarin (20/3), warga mulai menata dan mendekorasi lingkungannya dengan memasang umbul-umbul.

“Jadi, Setan dan Siluman ini yang akan menjadi acuan kami untuk kesuksesan (Kemanisan Umbul-red) di LRLA 2020,” jelas Abdul Majid, salah satu tokoh masyarakat Kemanisan Umbul, kepada Radar Banten. “Alhamdulillah, kerja bakti dan jaga malam sekarang aktif lagi,” sambungnya.

Ketua RT 07 Rw 03, Lingkungan Kemanisan Umbul, Irsyad menambahkan, pelaksanaan Setan dan Siluman tak hanya membersihkan pekarangan rumah warga dari sampah. Tetapi juga membersihkan sampah dan lumpur dari selokan yang mampet. Warga juga berencana menghijaukan pekarangan rumahnya dengan tanaman. “Alhamdulillah, warga pada kompak gotong royong,” ujarnya.

Soal umbul-umbul, menurut Irsyad, dipasang di pinggir jalan sepanjang 300 meter. Mulai dari gapura hingga ujung belakang Kemanisan Umbul. “Supaya rapi dan berwarna,” tuturnya.

Kemanisan Umbul yang dihuni oleh 300 jiwa dari 86 kepala keluarga (KK), Irsyad mengklaim, memiliki potensi besar untuk menjadi lingkungan percontohan terkait kebersihan dan keamanan. “Soalnya, warga kami pada kompak dan belum pernah terjadi kasus kriminalitas,” ungkapnya.

Lurah Sukawana Uyeh Susanto menyatakan hal senada. Kata dia, dengan LRLA Kota Serang 2020, warga di Sukawana menjadi semangat untuk membenahi lingkungannya. “Semoga bukan hanya karena ada lomba saja. Tapi setelah lomba pun, menjaga kebersihan dan keamanan harus tetap semangat. Aje kendor,” pungkasnya. (mg06/don)