Ada Sopir Digaji Rp85 Ribu Sebulan, 3 Bos Pabrik Aspal Diperiksa

Para sopir truk PT AWN saat memberikan keterangan
Para sopir truk PT AWN saat memberikan keterangan

CILEGON – Tiga petinggi PT Multi Trading Pratama (MTP), induk perusahaan terminal aspal curah PT Aditya Wahana Nusa (AWN) menjalani pemeriksaan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Jumat (8/1/2015) sore.

Mereka adalah Senior Manager PT MTP Sukri Yusuf, Kepala HRD PT MTP Hendrik Pangloli dan Bachtiar. Pemeriksaan itu dilakukan secara tertutup oleh dua Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Kota Cilegon, Mustahal dan Rachmatullah.

“Saya sudah 10 tahun lebih bekerja di PT AWN. Selama ini saya hanya memperoleh upah sebesar Rp300 ribu perbulan. Itupun hanya amplop yang berisi upah. Tidak dilengkapi dengan slip dan keterangan gaji. Malah ada yang lebih parah lagi dari saya. Gajinya cuma Rp85 ribu sebulan,” ujar Suherli (41), salah seorang sopir.

Dalam setiap bulannya, kata dia, kalangan sopir hanya mendapatkan trip antara 10 hingga 20 kali. Di mana dari setiap trip itu, mereka mendapatkan uang ritasi dalam kisaran Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, tergantung dengan jangkauan antar aspal pesanan. “Tuntutan kami tidak muluk-muluk. Cuma ingin status kita dipermanenkan karena tidak ada agreement selama ini. Lalu upah kita disesuaikan dengan standar UMK dan yang terpenting berikan dan berlakukan BPJS,” katanya.

Nasib miris lainnya yang dialami sopir diungkapkan oleh Zainal Arifin (46). Pria yang juga menjadi Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) PUK PT AWN ini memaparkan, belasan tahun bekerja, dirinya jarang mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) dari PT AWN seperti yang dirasakan oleh buruh perusahaan lain. “Tidak pernah ada THR dari PT AWN. Kalaupun ada itu cuma Rp25 ribu per orang, apa itu pantas disebut THR?” katanya.

Sementara itu, Ketua SPKEP Cilegon, Ruhi Sahrudin yang turut mendampingi kalangan sopir pada saat itu menyesalkan adanya pola pengupahan yang masih jauh di bawah standar UMK pada perusahaan di Kota Cilegon. “Meskipun kerjanya tidak seperti buruh yang lain, tapi mereka ini kan sopir truk perusahaan yang ada produk dan badan usahanya. Jangan samakan mereka dengan sopir angkot!” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap tiga petinggi PT AWN masih berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, pemeriksaan itu menyusul adanya aksi mogok kerja sopir PT AWN yang menuntut adanya kesejahteraan dan penyesuaian upah sesuai dengan UMK. Seraya menunggu jalannya proses pemeriksaan, sejumlah sopir truk mengungkapkan latar belakang tuntutan mereka kepada perusahaan yang berlokasi di kawasan Pelindo II, Ciwandan, Kota Cilegon itu. (Devi Krisna)